Bertemu Kepala BMKG, Direktur PKH Universitas Hamzanwadi Bahas Kerja Sama

bmkg_kerjasama.JPG

Di era revolusi industri 4.0 dan menuju society 5.0 dengan kemajuan teknologi membangkitkan semangat Universitas Hamzanwadi untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kali ini, pihak Universitas Hamzanwadi melakukan komunikasi dengan Badan Meteorologi Klimatogi, dan Geofisik (BMKG) Wilayah I di Mataram untuk terus mengembangkan hubungan kerja sama.

Direktur Pusat Kerjasama dan Kehumasan (PKH) Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, petemuan dengan Kepala BMKG wilayah I ini untuk menguatkan hubungan antara BMKG dengan perguruan tinggi karena perguruan tinggi tidak hanya konsen pada pendidikan dan pembelajaran mahasiswa atau teori semata.

"Perguruan tinggi itu ada dikenal dengan istilah Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi masing-masing itu berjalan beriringan. Oleh karena itu, saat ini kami bersama 3 orang koodintor program studi (korprodi) membangun komunikasi untuk kerja sama dengan BMkG Wilayah I," ujar Halqi usai pertemuannya dengan pihak BMKG Mataram, Selasa (15/11/2020).

Tiga Korprodi yang ikut pertemuan itu, Dr. Armin Subhani, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Geografi, Agus Muliadi, M.Si dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Safiruddin, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Hamzanwadi.

"Dipilihnya tiga program studi itu karena relevan dengan program atau bidang dari BMKG yang mengurus situasi dan kondisi alam saat ini yang kerap dilanda bencana. Salah satu tugas BMKG itu memberikan layanan Informasi MKG terutama yang berkaitan dengan kebencanaan sesuai amanat UU no 31 tahun 2009. Sementara kalau prodi lainnya, kita telah menjalin kerja sama dengan institusi sesuai program studi," ungkap Halqi.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi mengatakan, kerja sama BMKG itu kemungkinan ruang lingkup di bidang penelitian dosen dan mahasiswa dalam bentuk kuliah tamu yang akan disesuaikan dengan mata kuliah yang relevan, dan Sekolah Lapangan Iklim (SLI).

SLI ini merupakan program edukasi masyarakat yang dilakukan BMKG dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perkembangan iklim dan istilah-istilah klimatologi yang masih asing. SLI merupakan salah satu bentuk dukungan BMKG pada sektor pertanian dengan tujuan meningkatkan wawasan petani tentang informasi iklim dan cuaca BMKG dan menggunakan informasi tersebut untuk kegiatan masyarakat dan pertanian.

Menurutnya, SLI ini memiliki daya tarik khusus untuk kepentingan pengabdian masyarakat mahasiswa dan dosen. SLI ini biasa dilakukan langsung oleh tim BMKG turun ke masyarakat, ke depan mahasiswa dan dosen yang memiliki kemampuan untuk ikut berperan aktif membelajarkan masyarakat terkait iklim. "Mungkin polanya nanti workshop SLI bagi mahasiswa dan dosen, selanjutnya turun ke masyarakat," tutupnya.