Peranan Lulusan Hamzanwadi Dalam Proses Modernisasi Peradaban Bangsa

f-pengarahan_wisuda1.jpg

SELONG (06/12/19): Pada tingkat lokal-nasional, kita identifikasi beberapa masalah yang kita hadapi: melemahnya daya dukung lingkungan (fisik-non fisik); terganggunya kohesivitas sosial; limbah plastik, efek negatif teknologi informasi, human traficing, pernikahan usia anak, stunting, ketimpangan daya beli masyarakat, lemahnya inovasi teknologi dalam industri kreatif masyarakat, melemahnya komitmen kebangsaan, pragmatism politik masyarakat pemilih, hadirnya isme-isme baru yang mengatasnamakan agama dan spiritualitas, peredaran-penggunaan narkotika dan zat aditif, dan lain-lain, dalam konteks makro menjadi persoalan bersama dan harus dielaborasi, selanjutnya dicarikan solusi. Dalam perspektif metodologis, persoalan-peroslan di atas adalah masalah, karena mucul sebagai ketimpangan antara harapan ideal dan kondisi nyata. Sebagai masalah dalam metodologi kritis, kehadirannya tidak berdiri sendiri, dan kita, sadar atau tidak, terlibat dalam proses terjadinya masalah tersebut. Kita bertanggung jawab untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Inilah bentuk dari masalah sebagai tantangan untuk maju dan terus berkreasi. Secara keilmuan, semua konteks masalah dimaksud terkait dengan disiplin ilmu yang kita kembangkan melalui Universitas Hamzanwadi. Instrumen pengetahuan, keterampilan, dan berbagai nilai sudah diformulasikan dan dikembangkan melalui kurikulum dan academic atmosphere pada masing-masing disiplin dan rumpun ilmu melalui dinamika proses akademik selama Saudara menempuh studi, sehingga saat ini Saudara adalah Insan Pengetahuan. Kami sangat yakin, sejak saat ini, bahkan sebelumnya, sudah memiliki pemikiran tentang relasi-relasi variabel global, pandangan tentang lapangan kerja dan angkatan kerja, teknologi, dan lainnya, sehingga sebagai Insan pengetahuan, Saudara siap memasuki laboratorium sosial di mana pun Saudara berada.

Semua persoalan yang saya sampaikan sebelumnya, akan terasa ringan dan tidak menjadi masalah jika diselesaikan secara kolaboratif. Pada tingkat hulu, sebagai bagian dari penyesuaian diri dengan tuntutan indikator system penjaminan  mutu internal-eksternal (SPMI-SPME), manajemen Universitas Hamzanwadi terus melakukan upaya-upaya up-grading seluruh standar nasional pengembangan pendidikan tinggi (SNPT) dan standar khusus keunggulan perguruan tinggi, sehingga kita tidak malu mengatakan, “Kita Mampu Berperan Dalam Proses Modernisasi Peradaban Bangsa” (ram)