Detail Post

Peserta PPG Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi Asal NTT Gelar Perpisahan

3.jpg

Acara perpisahan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi dengan para dosen yang digelar di Laboratorum Prodi Pendidikan Sejarah berlangsung meriah dan penuh suasan kekeluargaan.

Peserta PPG Pendidikan Sejarah angkatan ini sebanyak 25 orang dan semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni dari Kabupaten Plores, Ende, Meumere, Alor, Atambua, Labuhan Bajo, Rote, dan lain-lain).

Acara ini merupakan rasa terimakasih dan rasa syukur para peserta setelah mengikuti beberapa tahap kegitan PPG mulai dari proses daring, lokakarya sejak tanggal 5 September, PPL, ukin, sampai selesainya Uji Pengetahuan (UP) yang berakhir hari ini, Ahad (02|11|2019).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. H. Badarudin, M.Pd, beberapa dosen prodi Pendidikan Sejarah antara lain Lalu Murdi, M.Pd, M. Shulhan Hadi, M.Pd, dan Zidni, M.Pd.

Salah seorang perwakilan PPG, Iryanti Malarangan menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga atas bimbingan para dosen dan sarana-prasarana yang disediakan oleh panita PPG di Universitas Hamzanwadi.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang begitu berharga dari para instruktur yang tidak hanya memberikan masukan selama proses loka karya, namun kami dibantu sampai selesai UP. Semoga perpisahan hari ini sekaligus menjadi awal untuk kami lebih dekat dengan bapak dan ibu dosen,” katanya.

Sementara itu, Dr. H. Badarudin, M.Pd selaku Ketua Program Studi Sejarah menekankan arti penting dari nilai kekeluargaan yang sudah dibangun selama proses PPG yang berkhir pada hari ini.

“Setelah proses PPG ini berakhir bapak/ibu guru adalah semeton bagi kami. Semeton dalam bahasa Sasak itu adalah saudara yang tidak hanya dibatasi oleh hubungan biologis namun dihubungkan dengan adanya emosional, semoga proses ini menjadikan kita tetap menjadi saudara,” paparnya.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyerahan alat musik tradisional Plores sebagai cindera mata dan kenang-kenangan berupa selendang khas Plores oleh beberapa peserta pada ketua program studi sejarah dan beberapa dosen yang hadir.

Kesempatan ini juga diabadikan oleh para peserta untuk melakukan poto bersama sebagai oleh-oleh untuk keluarga yang sekaligus dapat menjadi bukti dan kenang-kenangan untuk anak cucu mereka bahwa Lombok dan Universitas Hamzanwadi pernah menjadi bagian dari pengembangan karir mereka untuk menjadi guru yang profesional.