Prodi BK Universitas Hamzanwadi Gandeng UNNES, Adakan Seminar Nasional Bimbingan Konseling

72556f93-f4c3-444a-9a35-349a3e614bcf.jpg

Senin - Program Studi Bimbingan Konseling (BK) Universitas Hamzanwadi (UNHAM) bersama Prodi BK Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) NTB mengadakan acara penandatanganan Memorendum of Agreement (MoA) sekaligus menggelar Seminar Nasional Bimbingan Konseling.
Kegiatan tersebut mengangkat tema tentang "Komitmen Pofesional Bimbingan Konseling di Era Merdeka Belajar".
Acara ini berlangsung di Auditorium Universitas Hamzanwadi yang dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan yakni dosen, Guru BK se-Lotim, dan Mahasiswa. Nampaknya, yang mengikuti acara ini tidak hanya peserta dengan baground BK, mahasiswa dari jurusan lain juga ikut serta dalam mengorek ilmu yang disuguhkan oleh para pemateri.
Pada pembukaan acara, Abdullah Muzakkar M.Si selaku dekan fakultas ilmu pendidikan Universitas Hamzanwadi mengungkapkan " Di era merdeka belajar ini, kita harus mampu mengubah stigma  dan paradigma masyarakat mengenai guru BK yang dijuluki guru seram, polisi sekolah dan lain sebagainya. Guru BK harus mengambil andil penuh dalam pemecahan masalah siswa, terus meningkatkan kapasitas dan bekerja dengan profesional".
Selain itu, ketua Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN) NTB, Dr. H. Musifuddin, M.Pd mengatakan, "tujuan seminar dan kerja sama ini adalah dalam rangka kolaborasi peningkatan kompetensi keilmuan Bimbingan Konseling mahasiswa kedua perguruan tinggi. Di era merdeka belajar yang dicanangkan kementerian hari ini, kalau kita lihat dari semua pandangan, sesungguhnya ada otonomi anak dalam belajar dan otonomi guru dalam mengajar. Kita berharap ada kemerdekaan dari guru BK maupun siswa khususnya, yaitu merdeka dari semua masalah."
Tantangan guru BK dalam proses  tataran praksis di lapangan sangat berat tertutama di era digital hari ini. Digitalisasi hari ini telah merambah ke seluruh dimensi, tidak mengenal ruang dan waktu. Permasalah-permasalah yang dialami siswa semakin kompleks, oleh karenanya sangat dibutuhkan calon konselor-konselor handal yang mampu menaklukkan tantangan-tantangan masa depan.
Adapun yang menjadi keynote speaker adalah dosen dari UNNES yakni Dr. Awalya Mp.d Kons. dan dari UNHAM Dr. Ridawan Mp.d. dan Dr. H. Musifuddin Mp. d. Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga diselipkan presentase hasil penelitian mahasiswa BK sebanyak 3 tim dari UNNES dan 3 tim dari UNHAM, dengan metode diskusi pararel sehingga membuat kegiatan terlihat hidup karena adanya pertukaran gagasan yang aktif dari pemateri dan audiens. (Persma/Sri)