Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi- Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan menunjuk Universitas Hamzanwadi sebagai tempat penyelenggaraan Bimtek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) mulai tanggal 26 s.d. 27 Oktober 2016. Bimtek ini diselenggarakan dalam rangka penguatan dan pencapaian budaya mutu pendidikan Tinggi guna mendorong program studi terakreditasi C menjadi B, dan akreditasi B menjadi A. Bimtek SPMI diikuti oleh 48 peserta dari 4 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Universitas Hamzanwadi, IKIP Mataram, Universitas Gunung Rinjani (UGR), dan Universitas Samawa, Sumbawa Besar.

foto-spmi_111

 

Bimbingan teknis SPMI berlangsung selama 2 hari di ruang rektorat Universitas Hamzanwadi lantai 1, dihadiri oleh Dr. Syahrul Amirullah-Kepala Sub Direktorat Pengembangan Sistem Mutu Kemenristekdikti, wakil rektor I  Dr. Khirjan Nahdi, M.Hum, Wakil rektor II Drs. H. Edy Waluyo, M.Pd. Direktur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Padlurrahman, M.Pd, Dekan FKIP Abdullah Muzakkar, M.Si. Selain itu hadir pula  Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho selaku fasilitator pusat, didampingi oleh 3 fasilitator wilayah, antara lain : Prof. Dr. I Nyoman Kardana, Prof. Dr. Ida Ayu Gede Yadnyawati, dan Dr. N. Utari Vipriyanti.

Dalam sambutannya, wakil rektor I Universitas Hamzanwadi menyampaikan bahwa membangun budaya mutu di Universitas Hamzanwadi menjadi komitmen utama dari pimpinan dan seluruh sivitas akademika, dan perlu diperhatikan keseimbangan antara mutu internal dan mutu eksternal. Komitmen ini dibuktikan dengan telah berjalannya Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Universitas Hamzanwadi untuk bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Lebih lanjut dikemukakan bahwa upaya peningkatan mutu telah dilakukan melalui berbagai kegiatan antara lain : menerapkan Lesson Study dan E-learning sebagai kebijakan mutu pembelajaran, meningkatkan mutu lulusan melalui general English, Student Exchange ke Windeshim University-Nedherland dan UTM-Malaysia, dan lain-lain, bekerjasama dalam bidang research dan PkM dengan berbagai instansi terkait.

Sebelum membuka acara, Dr. Syahrul Amirullah menyampaikan bahwa penguatan dan pencapaian budaya mutu pendidikan Tinggi itu sangat penting dan perlu diperhatikan oleh setiap pimpinan perguruan tinggi. Beberapa materi yang diberikan antara lain: kebijakan SPMI di Direktorat Penjaminan Mutu, kebijakan nasional SPM Dikti, Kebijakan nasional SPMI, Standar Nasional Pendidikan Tinggi, diskusi pengembangan dan implementasi SPMI, hambatan dan pemecahannya, serta penyusunan Renca Tindak Lanjut (RTL) setiap perguruan tinggi. Selanjutnya, dikatakan bahwa “Saya senang sekali, di Universitas Hamzanwadi ini telah ada fasilitator wilayah sekaligus sebagai auditor internal bersertifikat”. Hal ini membuktikan bahwa Universitas Hamzanwadi benar-benar serius untuk membangun budaya mutu secara berkelanjutan.

Pada akhir acara, setiap institusi menyusun dan mempresentasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL), mereview RTL sesuai masukan dari Fasilitator, dan diakhiri dengan penandatanganan RTL antara pimpinan perguruan tinggi dengan fasilitator. Hal ini sebagai bukti komitmen institusi untuk membangun budaya mutu secara berkelanjutan.