Kuliah Umum Oleh Profesor dari UPSI Malaysia

Kuliah Umum UPSI Malaysia

Universitas Hamzanwadi terus berupaya meningkatkan kualitas diantaranya dengan menjalin kerjasama dan mendatangkan profesor dari perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri. Setelah kedatangan guru besar yang sekaligus rektor Universitas Negeri Jakarta pada tanggal 28 Janauri 2017 kemarin, hari ini, 30 Januari 2017 kembali menerima guru besar yang berasal dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Prof. Zaharul Lailiddin bin Saidon beserta rombongan.

Kedatangan Prof. Zaharul ke Universitas Hamzanwadi dalam rangka berbagi pengalaman dalam membangun universitas berdaya saing global. Acara ini dihadiri oleh Rektor dan wakil-wakil rektor, para dekan, para ketua program studi, dosen-dosen, pegawai, dan mahasiswa Universitas Hamzanwadi.

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat datang di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH-PPD) NW Pancor, khususnya di Universitas Hamzanwadi. Ibu Rektor juga menceritakan tentang perjuangan almagfurullah maulana syaikh dalam berjuang di bidang pendidikan sejak sebelum kemerdekaan RI, dan juga memperkenalkan lembaga-lembaga pendidikan di bawah YPH PPD NW Pancor, yang secara khusus menjelaskan sejarah singkat Universitas Hamzanwadi. Di akhir sambutannya, ibu rektor menyampaikan semoga ke depan Universitas Hamzanwadi dan UPSI Malaysia bisa menjalin kerjasama dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Prof. Zaharul yang juga sebagai dekan fakulti muzik dan art performance UPSI Malaysia tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dan friendly dari civitas akademika Universitas Hamzanwadi. Perguruan tinggi harus memiliki motivasi dan semangat dalam go global, ucap Prof. Zaharul. UPSI yang memiliki target tahun 2020 menjadi leading education university in Asia ini sudah menerapkan minimal 30% di setiap mata kuliah harus menggunakan bahasa Inggris, “if you want go global, you have to have english competence”, ungkapnya. Harus memiliki rencana dalam pengembangan kampus, jika tidak ada perencanaan yang matang maka sulit akan mengukur capaian ke depan, “fail to plan, plan to fail”. Oleh karena itu, harus direncanakan dengan baik oleh semua pihak, semua harus menjadi good planner.

Selanjutnya, Prof. Zaharul menyarankan agar memiliki visi yang jelas dan tidak melupakan sejarah. “Belajar dari masa lalu untuk kegemilangan masa depan”, ungkapnya. Terakhir, agar kampus go global harus memperkuat ICT competence karena zaman sekarang merupakan zaman teknologi maka kita harus menguasai teknologi dan informasi.

Di akhir kuliah umumnya, Prof. Zaharul menyambut baik niatan untuk melakukan kerjasama antara Universitas Hamzanwadi dengan UPSI Malaysia. Beliau sangat terbuka dan bahkan menyampaikan keuntungan-keuntungan jika menjalin kerjasama dengan UPSI, terlebih dalam membangun jejaring di tingkat global.