Berita

10 Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Hamzanwadi Berhasil Membuat Karya Inovasi Berbasis IOT

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter

Rabu, 17 November 2021, 10 mahasiswa teknik informatika Universitas Hamzanwadi melakukan best practice sekaligus penarikan magang industri di STIPark NTB. Magang ini dilaksanakan selama 4 bulan dan dalam pelaksanaanya, 10 mahasiswa teknik informatika dari Universitas Hamzanwadi diminta untuk mengembangkan produk karya inovasi oleh STIPark. Dua karya yang diluncurkan merupakan produk inovasi berbasis IOT, yaitu SELMO (self e monitoring) dan HIMO (hidroponik monitoring).

SELMO merupakan produk yang dirancang untuk dapat memantau kesehatan pasien covid yang sedang isolasi mandiri. Alat ini dapat mengambil data denyut jantung, kadar oksigen, suhu tubuh,dan faktor ruangan/lingkungan dari pasien yang sedang dimonitoring kesehatannya. Ide awal munculnya SELMO adalah keresahan mahasiswa mengenai kasus pasien covid yang sudah dinyatakan sembuh tetapi malah drop setelah sampai di rumah. Hal ini terjadi akibat kurangnya monitoring dari paramedis terhadap para pasien yang sudah sembuh tadi. Dengan adanya selmo, pasien bisa dikontrol kesehatannya melalui data-data yang telah diambil kemudian bisa diambil tindakan lanjut bagi pasien tadi.

Jika selmo adalah alat yang membantu paramedis, HIMO dirancang bagi para petani hidroponik untuk bisa meningkat kualitan dan efektivitas hasil panen. HIMO dapat mengambil data ph air, TDS, EC meter, dan suhu air. Dengan adanya HIMO, petani diharapkan bisa memonitoring dari jarak jauh dan menganalisa data tersebut melalui smartphone dan website.

Pada dasarnya kedua produk ini dikembangkan agar pengguna, baik dokter ataupun petani dapat membuat keputusan untuk tindakan selanjutnya yang akan diambil. “IOT bisa menghasilkan data center yg bisa diolah. Intinya itu mengumpulkan data bagi peneliti selanjutnya untuk dianalisa yg dijadikan untuk pengambilan keputusan. Misalnya dokter ini udh tau dia bakal drop sebelum itu terjadi dari data-data yg sudah diambil.”, tutur Indra selaku dosen pembimbing mahasiswa. Sedangkan bagi petani, dengan data yang diperoleh dari HIMO, mereka bisa menentukan kapan harus memberikan nutrisi kepada tanaman sehingga kualitas yang dihasilkan pun semakin bagus.

Acara best practice ini dihadiri oleh 10 kepala dinas di kabupaten Lombok timur. Mereka memberikan apresiasi dan sambutan yang sangat baik kepada mahasiswa yang telah mampu merancang SELMO dan HIMO. Rencananya para mahasiswa ini juga akan memberikan presentasi kepada mentri koperasi dan UMKM sabtu mendatang. Tentunya inovasi seperti ini memberikan angin segar dan kebanggaan bagi universitas hamzanwadi karena mahasiswanya bisa diapresiasi dan diberikan kesempatan yang luar biasa untuk melakukan presentasi di depan mentri. “Harapannya dari unit-unit di universitas bisa menindaklanjuti hasil dari mahasiwa. Inovasi-inovasi ini bisa diangkat dan difasilitasi. Itu bisa menjadi promosi kita ke luar bahwa Hamzanwadi bisa menghasil produk yg bermanfaat tidak hanya untuk pemerintah daerah tetapi juga masyarakat. Itu menjadi kebanggaan dan syiar.” Tutup Hariman selaku wakil dekan Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi.

Berita lainnya