ArabicEnglishIndonesian
Categories
Uncategorized

Universitas Hamzanwadi Melepas Mahasiswa Magang ke Malaysia dan Singapura

Universitas Hamzanwadi terus melakukan ikhtiar dalam meningkatkan?kualitasnya. Beberapa upaya terus dilakukan salah satunya adalah dengan mengirim mahasiswa untuk melakukan magang ke luar negeri. Setelah mengirim 4 mahasiswa magang ke Belanda ?tanggal 15 Maret yang lalu, hari ini (10/4) Universitas Hamzanwadi kembali mengirim 35 mahasiswa ke?Malaysia dan Singapura dari tanggal 10 – 24 April 2017 dan didampingi oleh tiga orang dosen yaitu Dr. Aswasulasilikin, M.Pd., Zainul Yasni, M.Sc., dan Yuspianal Imtihan, M.Sn. Program magang ke Malaysia dan Singapura kali ini merupakan program magang ke-2 setelah tahun lalu juga mengirim mahasiswa sebanyak 19 orang. Program ini?terlaksana karena kerjasama yang telah terjalin antara Universitas Hamzanwadi, Universiti Teknologi Malaysia, dan Nanyang Technological University.

Pada acara pelepasan, Wakil Rektor I mewakili Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum., menyampaikan bahwa mahasiswa yang mengikuti program magang ke Malaysia dan Singapura merupakan mahasiswa yang terpilih dari pendaftar pada program magang ini dan mewakili lebih dari 4.000 mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Sehingga, mahasiswa harus belajar banyak dari Malaysia dan Singapura bagaimana mereka bisa maju, yang pada akhirnya nanti mahasiswa peserta magang harus berbagi kepada mahasiswa yang lainnya.

Disamping itu, beliau berpesan agar menjaga nama baik kampus, yayasan, daerah, dan negara tercinta selama berada di Malaysia dan Singapura, “kalian tidak hanya menjadi duta kampus, tapi kalian juga menjadi duta daerah dan bangsa tercinta Indonesia”, ungkapnya. Beliau juga menyampaikan selamat jalan kepada 35 mahasiswa yang akan magang ke Malaysia dan Singapura, jaga kesehatan, jaga kekompakan dan kebersamaan, jangan lupa terus berdoa, ibadah, dan berusaha agar pelaksanaan magang berjalan dengan lancar dan sukses. Kepada wali mahasiswa disampaikan terima kasih atas kepercayaannya melepas anak-anak untuk mengikuti pelaksanaan magang ke Malaysia dan Singapura.

Diakhir acara pelepasan, TGH. Syahdan, QH., M.Pd.I mengingatkan mahasiswa bagaimana melaksanakan ibadah dalam keadaan musafir sehingga ibadah mahasiswa tetap terjaga.

3?1

Categories
Uncategorized

BEM FKIP Bekerjasama dengan Lombok Post Gelar Pelatihan Menulis

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) bekerjasama dengan Lombok post hari ini, Sabtu (8/4) melaksanakan?Pelatihan Penulisan karya Ilmiah Populer dengan dua orang pemateri dari Lombok Post atas Nama Fathul Rakhman dan Ahyar Rosyidi. Kegiatan ini?dilaksanakan di Auditorium Universitas Hamzanwadi.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Lembaga Kerjasama dan Alumni (LKA) Universitas Hamzanwadi dan dihadiri oleh delegasi dari HMPS, UKM dan Mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Direktur LKA Universitas Hamzanwadi, Muhammad Halqi. Hadir juga staf LKA lainnya, Zainul Yasni.

Dalam kegiatan ini materi disampaikan dengan sangat menarik, di paparkan pula bagaimana sebuah berita dikatakan layak atau tidak, Bagaimana mencari ide sebuah tulisan, mind mapping disertai juga dengan Latihan-Latihan yang diberikan untuk peserta Workshop.

Semoga kita bisa mengaplikasikan apa yang sudah kita dapat hari ini, bukan malah melupakannya, karena Pramoedya Ananta Toer pernah berujar, Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. *(BEM FKIP)

5?2?3

Categories
Uncategorized

Seminar Nasional Perjuangan Maulanasyaikh (1904-1997) di UNJ

Tuan Guru KH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah salah satu penggagas dan pengembang nasionalisme religius untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia mewujudkan gagasan nasionalisme religious dengan gerakan nyata membentuk organisasi modern berbasis religious, yakni Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Bangsa) pada tahun 1934 di kampung halamannya, Lombok Nusa Tenggara Barat, setelah menyelesaikan studinya di Madrasah Syaulatiyah, Arab Saudi. Perjuangan Nahdlatul Wathan dipusatkan melalui penyelenggaraan lembaga pendidikan kepada rakyat Lombok sehingga mereka tumbuh berkembang menjadi pendukung kuat kemerdeekaan bangsa Indonesia pada tahun 1945. Mereka segera berhimpun untuk mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kesetiaan mereka terhadap NKRI merupakan hasil dari pendidikan NW yang senantiasa mengembangkan nasionalisme religious.

Untuk menelusuri jejak perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini, Program Studi Pendidikan Sejarah UNJ bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi?Nusa Tenggara Barat, Pengurus Besar?Nahdlatul Wathan, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi, menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertema ?Menelusuri Perjuangan Tuan Guru K.H. Muhammad Zainudin Abdul Majid Untuk Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Seminar Nasional ini diselenggarakan di Aula Latief Gedung Dewi Sartika UNJ pada tanggal 5 April 2017 dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 16.00. Wakil Presiden Republik Indonesia H. Muhammad Jusuf Kalla hadir untuk memberikan pandangan tentang sosok Tuan Guru sekaligus membuka acara Seminar Nasional didampingi oleh Gubernur NTB, Dr.?TGB. H. Muhammad Zainul Majdi, M.A.dan Rektor UNJ Prof. Dr. H. Djaali. Beberapa tokoh nasional seperti Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, juga memberikan testimoni dan pandangannya mengenai sosok Tuan Guru dari NTB ini.

Membedah lebih lanjut mengenai perjuangan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, acara seminar menghadirkan tiga orang pembicara utama yang merupakan pakar sejarah, yaitu ?Prof. Dr. Taufik Abdullah (LIPI, Jakarta), Prof. Dr. Djoko Suryo (UGM, Jogjakarta), dan Prof. Dr. Hariyono, M.Pd (UM, Malang). Para pakar sejarah ini akan mengupas lebih dalam mengenai kepahlawanan Tuan Guru ini.

Sumber:?http://www.unj.ac.id/halaman/informasi/detail_berita_286

Informasi terkait:

Tuan Guru KH Muhammad Zainudin Abdul Madjid Sosok Panutan

http://nasional.kompas.com/read/2017/04/05/14464731/kh.muhammad.zainudin.abdul.majid.diusulkan.jadi.pahlawan.nasional

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/04/05/173862930/jk-sebut-pendiri-nahdlatul-wathan-layak-jadi-pahlawan-nasional

http://birohumasprotokol.ntbprov.go.id/mobile/berita-963-wapres-jk-tegaskan-%E2%80%9Cmaulana-syaikh-layak-dihargai-sebagai-pahlawan-nasional%E2%80%9D.html

http://suaranw.com/berita-745-seminar-kepahlawanan-maulanasyaikh-akan-dihadiri-wapres-irzani-persiapan-sudah-rampung-90-persen.html

http://www.bimakini.com/2017/04/wapres-jk-maulana-syaikh-layak-dihargai-sebagai-pahlawan-nasional/

Categories
Uncategorized

Penilaian Angka Kredit Dosen

Kenaikan jabatan akademik dosen merupakan bentuk pemberian penghargaan pemerintah atas prestasi kerja yang dicapai dosen, dengan demikian setiap dosen yang telah mempunyai prestasi kerja sesuai dengan peraturan perundangan berhak mendapatkan penghargaan kenaikan jabatan akademik.

Pelaksanaan penilaian angka kredit dosen memberlakukan lima prinsip penilaian, yaitu: adil, obyektif, akuntabel, transparan dan bersifat mendidik serta otonom dan terjamin mutunya.

Komponen penilaian dalam jabatan akademik dosen terdiri dari:

a). unsur utama yang meliputi:

  1. pendidikan, meliputi pendidikan sekolah dan pelaksanaan pendidikan (pengajaran)
  2. penelitian, meliputi pelaksanaan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah sains/teknologi/seni/sastra
  3. pengabdian kepada masyarakat

b). unsur penunjang yang merupakan kegiatan pendukung pelaksanaan tugas pokok dosen.

Dalam penilaian kegiatan yang dilakukan untuk usul pengangkatan pertama dan kenaikan jabatan akademik diberlakukan batas maksimal yang diakui pada komponen-komponen tertentu. Untuk dapat menduduki jenjang jabatan akademik dan/atau pangkat tertentu, dosen wajib memenuhi angka kredit kumulatif dengan distribusi unsur utama dan penunjang (sesuai lampiran Permendikbud No. 92 Tahun 2014 ).

Ada empat jabatan akademik bagi dosen: Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar. Proses penilaian jabatan akademik tingkat Asisten Ahli dan Lektor dilakukan di Kopertis, sedangkan?jabatan akademik tingkat Lektor Kepala dan Guru Besar?dilakukan di Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti.

Jumlah Angka Kredit Minimal

Download:

Form Isian Penilaian Angka Kredit

Permendikbud No. 92 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen

PermenPANRB No 46 tahun 2013 tentang Perubahan PermenPANRB No.17 tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya

Peraturan Bersama Menteri Dikbud dan BKN tentang Ketentuan Pelaksanaan PermenPANRB No. 17 dan 46 tahun 2013