ArabicEnglishIndonesian
Categories
Uncategorized

Penandatanganan MoU antara YCHI dan FIP Universitas Hamzanwadi

Penandatanganan MoU antara YCHI dan FIP Universitas Hamzanwadi Selong (Sabtu, 02 Oktober 2019)

Pada hari Sabtu, 02 Oktober 2019 bertempat di Kampus Universitas Hamzanwadi Selong, Nusa Tenggara Barat, dilaksanakan penandatanganan Nota kesepakatan antara Yayasan Cinta Harapan Indonesia (YCHI) dengan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Hamzanwadi Selong. Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Dewan Pembina YCHI Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M. dan Dekan FIP Universitas Hamzanwadi Abdullah Muzzakar, M.Si. Penandatanganan Nota Kesepakatan ini dimaksudkan sebagai perwujudan rencana kerjasama antara YCHI dan FIP dalam Inovasi, Penelitian, dan Pengembangan Pendidikan Inklusi.

Acara penandatanganan tersebut dirangkaikan dengan Kuliah Umum yang disampaikan langsung oleh Dewan Pembina YCHI Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M. tentang pentingnya Peran Tenaga Pendidik Terhadap Pendidikan Inklusi yang dihadiri oleh Mahasiswa, Aktivis Sosial, dan Dosen. Pendidikan Inklusi sebagai sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah reguler bersama teman seusianya tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel. Pada kesempatan ini tidak hanya penyampaian materi dan tanya jawab namun juga langsung simulasi cara pengajaran untuk difabel. Disampaikan Zulfikar Alimuddin, B.Eng., M.M. anak-anak dengan penyandang Autistik, ADHD dan lainnya tidak bisa disamakan cara mengajar mereka dengan anak seusianya sehingga pengajar harus pandai dalam menyikapi hal tersebut dan tentunya dengan terus belajar.

“YCHI telah mendirikan beberapa cabang, salah satunya di Lombok Timur NTB menjadi satu-satunya pusat layanan terapi geratis untuk anak-anak penyandang Autistik, ADHD dan lainnya dari keluarga pra-sejahtera.YCHI bukan hanya untuk membantu keluarga pra-sejahtera namun YCHI juga sebagai wadah tempat belajar dan pengembangan diri para relawan,” tuturnya.

Dekan FIP Abdullah Muzzakar, M.Si dalam sambutanya Menyampaikan , sebagai salah satu sentral pencetak guru di Nusa Tenggara Barat Universitas Hamzanwadi tentu sangat penting untuk terus melakukan upgrade pengetahuan mahasiswa terlebih mengenai pendidikan inklusi. Mengingat pendidikan Inklusi sangat dibutuhkan, melalui kerjasama ini diharapkan mampu bersinergi dalam pendidikan inklusi sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di ruangan namun juga melakukan observasi, penelitian dan juga penanganan sehingga mencetak guru yang bukan hanya bermodal selembaran namun juga memadai dalam hal kemampuan.

Acara ini ditutup dengan acara Bedah Buku KONTEMPLASI (dikupas dari buku The New You) sang penulis Zulfikar Alimuddin, B.Eng, M.M memberikan semangat baru untuk mahasiswa menjadi seseorang yang dapat menorehkan keberadaannya di dunia ini lewat tindakan dan perbuatan yang penuh kesadaran. Usia menuju dewasa ini menjadi waktu yang sangat penting menggali diri untuk menemukan passion, pesannya.

Antusias peserta dalam acara penandatangan MoU yang dirangkaikan dengan Kuliah Umum dan Bedah Buku ini mendapat tanggapan yang baik dan berharap adanya acara seperti ini tidak hanya sampai disini, namun ada tindaklanjut yang secara bertahap.

Categories
Uncategorized

Peserta PPG Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi Asal NTT Gelar Perpisahan

Acara perpisahan peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi dengan para dosen yang digelar di Laboratorum Prodi Pendidikan Sejarah berlangsung meriah dan penuh suasan kekeluargaan.

Peserta PPG Pendidikan Sejarah angkatan ini sebanyak 25 orang dan semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni dari Kabupaten Plores, Ende, Meumere, Alor, Atambua, Labuhan Bajo, Rote, dan lain-lain).

Acara ini merupakan rasa terimakasih dan rasa syukur para peserta setelah mengikuti beberapa tahap kegitan PPG mulai dari proses daring, lokakarya sejak tanggal 5 September, PPL, ukin, sampai selesainya Uji Pengetahuan (UP) yang berakhir hari ini, Ahad (02|11|2019).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. H. Badarudin, M.Pd, beberapa dosen prodi Pendidikan Sejarah antara lain Lalu Murdi, M.Pd, M. Shulhan Hadi, M.Pd, dan Zidni, M.Pd.

Salah seorang perwakilan PPG, Iryanti Malarangan menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga atas bimbingan para dosen dan sarana-prasarana yang disediakan oleh panita PPG di Universitas Hamzanwadi.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang begitu berharga dari para instruktur yang tidak hanya memberikan masukan selama proses loka karya, namun kami dibantu sampai selesai UP. Semoga perpisahan hari ini sekaligus menjadi awal untuk kami lebih dekat dengan bapak dan ibu dosen,” katanya.

Sementara itu, Dr. H. Badarudin, M.Pd selaku Ketua Program Studi Sejarah menekankan arti penting dari nilai kekeluargaan yang sudah dibangun selama proses PPG yang berkhir pada hari ini.

“Setelah proses PPG ini berakhir bapak/ibu guru adalah semeton bagi kami. Semeton dalam bahasa Sasak itu adalah saudara yang tidak hanya dibatasi oleh hubungan biologis namun dihubungkan dengan adanya emosional, semoga proses ini menjadikan kita tetap menjadi saudara,” paparnya.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyerahan alat musik tradisional Plores sebagai cindera mata dan kenang-kenangan berupa selendang khas Plores oleh beberapa peserta pada ketua program studi sejarah dan beberapa dosen yang hadir.

Kesempatan ini juga diabadikan oleh para peserta untuk melakukan poto bersama sebagai oleh-oleh untuk keluarga yang sekaligus dapat menjadi bukti dan kenang-kenangan untuk anak cucu mereka bahwa Lombok dan Universitas Hamzanwadi pernah menjadi bagian dari pengembangan karir mereka untuk menjadi guru yang profesional.

 

Categories
Uncategorized

PPG SEJARAH BERAKHIR, TERIMAKASIH UNIVERSITAS HAMZANWADI!

Selong, – Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi menggelar acara perpisahan (02/11). Acara pelepasan diadakan di Laboratorum Prodi Pendidikan Sejarah yang diikuti sebanyak 25 peserta PPG. Peserta PPG Pendidikan Sejarah untuk angkatan ini semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (Flores, Ende, Meumere, Alor, Atambua, Labuhan Bajo, Rote, dan lain-lain).

Acara ini merupakan rasa terimakasih dan rasa syukur para peserta setelah mengikuti beberapa tahap kegiatan PPG mulai dari proses daring, lokakarya sejak tanggal 5 September, PPL, ukin, hingga berakhirnya Uji Pengetahuan (UP) hari ini Sabtu (02/11).

Categories
Uncategorized

PPG Berakhir, Universitas Hamzanwadi Jadi Kenangan Berharga

Selong, – Peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi menggelar acara perpisahan (02/11). Acara pelepasan diadakan di Laboratorum Prodi Pendidikan Sejarah yang diikuti sebanyak 25 peserta PPG. Peserta PPG Pendidikan Sejarah untuk angkatan ini semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur (Flores, Ende, Meumere, Alor, Atambua, Labuhan Bajo, Rote, dan lain-lain).

Acara ini merupakan rasa terimakasih dan rasa syukur para peserta setelah mengikuti beberapa tahap kegiatan PPG mulai dari proses daring, lokakarya sejak tanggal 5 September, PPL, ukin, hingga berakhirnya Uji Pengetahuan (UP) hari ini Sabtu (02/11).

Hadir dalam acara tersebut Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. H. Badarudin, M.Pd, beberapa dosen prodi Pendidikan Sejarah antara lain Lalu Murdi, M.Pd, M. Shulhan Hadi, M.Pd, dan Zidni, M.Pd.

Acara yang diadakan atas inisiatif para peserta PPG ini berjalan dengan penuh rasa kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Iryanti Malarangan yang mewakili para peserta mengucapkan terimakasih yang tak terhingga atas bimbingan para dosen dan sarana-prasarana yang disediakan oleh panita PPG.

“Kami sangat bersyukur atas bimbingan yang begitu berharga dari para instruktur yang tidak hanya memberikan masukan selama proses loka karya namun kami dibantu sampai selesai UP. Semoga perpisahan hari ini sekaligus menjadi awal untuk kami lebih dekat dengan bapak dan ibu dosen,” katanya.

Nikasia Kewe Sedan sebagai pembawa acara juga banyak memberikan kata-kata perpisahan yang indah mewakili perasaan yang sangat haru.

Sementara Itu Dr. H. Badarudin, M.Pd selaku ketua Program Studi menekankan arti penting dari nilai kekeluargaan yang sudah dibangun selama proses PPG yang berkhir pada hari ini.

“Setelah proses PPG ini berakhir bapak/ibu guru adalah semeton bagi kami,” katanya. “Semeton dalam bahasa Sasak itu adalah saudara yang tidak hanya dibatasi oleh hubungan biologis namun dihubungkan dengan adanya emosional, semoga proses ini menjadikan kita tetap menjadi saudara,” jelasnya lebih lanjut.

Setelah sambutan selesai, dilanjutkan dengan penyerahan alat musik tradisional Flores sebagai cindera mata dan kenang-kenangan berupa selendang khas Flores oleh beberapa peserta pada ketua prodi dan beberapa dosen yang hadir.

Kesempatan ini juga diabadikan oleh para peserta untuk melakukan foto bersama sebagai oleh-oleh untuk keluarga sekaligus dapat menjadi bukti dan kenang-kenangan untuk anak cucu mereka bahwa Lombok dan Universitas Hamzanwadi pernah menjadi bagian dari pengembangan karir mereka untuk menjadi guru yang profesional.(red)