ArabicEnglishIndonesian
Categories
Uncategorized

UKM Pers Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Resmi Dilantik

Selong – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Senin kemaren (30/12/2019) secara resmi di bentuk dan dilantik. Acara yang berlangsung di ruang Laboratorium Geografi tersebut di hadiri langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, H. Musifuddin, M.Pd, Presiden mahasiswa BEM Universitas hamzanwadi, Zulkarnain, Dewan Pembina Pers Hamzanwadi, Insan Pers Hamzanwadi, serta seluruh tamu undangan dari BEM Fakultas, UKM dan HMPS se-Universitas Hamzanwadi.

Wakil Rektor III dalam kesempatan tersebut, sangat menyambut baik terbentuknya UKM Pers Mahasiswa dengan memberikan wejangan kepada seluruh pengurus UKM Persma yang dilantik untuk terus berproses dalam menunjukkan prestasi melalui UKM ini. “Tidak ada suatu prestasi maupun peristiwa yang tiba-tiba datang, semua melalui sebuah peroses. Pendidikan karakter salah satunya mengajari masyarakat Indonesia untuk berani tahan banting menghadapi segala bentuk dinamika yang terjadi, baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan kampus,”jelasnya.

Dikatakannya bahwa, kekuatan hidup seseorang tidak dilihat dari berapa banyak uang yang dimiliki melainkan berasal dari dua hal yaitu komunikasi dan kemampuan Negosiasi. UKM Pers ini harus menumbuhkan serta mengembangkan literasi melaui tulisan digital. “Komunikasi dan negosiasi adalah hal yang harus menjadi pegangan di dunia Pers,” katanya. 

Dilanjutnya bahwa, pada saat ini UKM Pers berfungsi untuk membangun persepsi positif tentang kampus untuk di eksplor di dunia luar. “UKM Pers Mahasiswa Hamzanwadi harus menjadi sarana, wahana dan fasilitas untuk terus belajar guna menjemput masa depan,” ujarnya.

Selain itu presiden mahasiswa, Zulkarnain  QH yang memberikan sambutan sekaligus membacakan kata ikrar kepada seluruh pengurus yang dilantik, menyampaikan bahwa istilah kultur dialog itu sangatlah penting untuk dijadikan sebagai pegangan dalam berorganisasi. “Kita semua harus memiliki kultur dialog, namun saat ini kebanyankan orang lebih cepat menilai kesalahan orang lain. Inti dari berorganisasi adalah membutuhkan ide dan waktu,” katanya. 

Selanjutnya sambutan luar biasa dari Ketua terpilih Pers Mahasiswa Ishak Baedhowi, menjelaskan tentang keberadaan Pers Mahasiswa di Indonesia yang merupakan negara demokrasi yang artinya selalu mengikutsertakan partisipasi rakyat dalam pemerintahan serta menjamin terpenuhinya hak dasar rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Salah satu hak dasar rakyat yang harus dijamin adalah kemerdekaan  menyampaikan pikiran atau pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Dahulu Pers memegang peranan penting dalam pergerakan dan perjuangan kemerdekaan, nilai-nilai kemerdekaan yang diperjuangkan oleh pendiri bangsa juga disebarluaskan ke rakyat Indonesia oleh pers juga .” terangnya. 

Ishak juga berpendapat Pers juga berfungsi menyuarakan sesuatu yang tidak bersuara, menyampaikan aspirasi yang tersumbat, karenanya kehadiran Persma di kampus sangat penting sebagai media atau saluran untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat. Diharapkan Pers Mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu meningkatkan skill di berbagai bidang. “Di UKM Pers ini, bukan saja focus pada bidang jurnalistik saja, namun ada divisi Foto dan Vidiografi, Desain Grafis, Entertaiment, serta Media dan Publikasi, yang diharapkan akan mampu meningkatkan skill mahasiswa Universitas Hamzanwadi di berbagai keterampilan teknologi dan komunikasi,” Ungkapnya.

Kemudian acara pelantikan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Dewan Pembina Pers Hamzanwadi, Ramli Akhmad, M.Pd, dengan penuh harap agar UKM Pers Mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu menjadi jembatan informasi dan aspirasi mahasiswa, maupun Lembaga. “Semoga semua mahasiswa, insan Pers yang tergabung dalam UKM Pers Mahasiswa ini mampu mengaktualisasikan diri menjadi mahasiswa yang idealis, dengan mengedepankan etika dan pemikiran yang logis,” doanya dengan penuh harap. (persma/ ufa)

Categories
Uncategorized

Universitas Hamzanwadi Adakan Coaching Clinik Artikel HICTE

Categories
Uncategorized

Bhakti Untuk Negeri 5 : Universitas Hamzanwadi Bersama Seluruh Elemen Yayasan Hamzanwadi Tanam 15 RibuBibit Pohon

SELONG – Sebagai event tahunan, "Bhakti Untuk Negeri 5 Tahun 2019", Universitas Hamzanwadi bersama seluruh elemen yayasan Hamzanwadi, Kamis (19/12/2019) mengadakan kegiatan penghijauan dengan menanam 15 ribu bibit pohon.
Kegiatan yang bertajuk "Hamzanwadi Go Green 2019" tersebut dihadiri ribuan elemen yayasan Hamzanwadi, mulai dari dosen, pegawai, guru, pengurus yayasan, mahasiswa hamzanwadi, santri, santriwati dan warga dilingkungan yayasan Hamzanwadi.
Kegiatan penanaman ini dikoordinir langsung oleh Unit Pembinaan Prestasi Mahasiswa, kebung biologi, BEM Universitas, BEM Fakultas dan seluruh pengurus HMPS se-Universitas Hamzanwadi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor 1, Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari kepedulian yayasan Hamzanwadi dalam menjaga dan menghijaukan lingkungan sekitar. Penanaman ini juga bagian dari langkah awal dalam menyambut datangnya musim hujan di akhir-akhir tahun 2019. "Penanaman ini bagian dari langkah awal dan kepedulian kita terhadap kondisi lingkungan saat ini yang kurang terpelihara," katanya.
Diungkapnya, 15 ribu bibit pohon yang ditanam ini bagian dari dukungan dan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). "Pohon yang dikasi terdiri dari bibit pohon Trengbesi, Nangka, Srikaya, dan Durian," ungkapnya.
Selain itu, mahasiswa harus berperan aktif dalam penghijauan. "Kepedulian itu bukan hanya segelintir orang, Namun keberadaan mahasiswa di lingkungan Hamzanwadi ini harus bersinergi memaksimalkan diri untuk sama-sama menanam dan peduli terhadap lingkungan" lanjutnya. (Red/Ram)

Categories
Uncategorized

LLDIKTI Sapa Mahasiswa Hamzanwadi Penerima Beasiswa Bidik Misi dan BPPA

Kamis (12/12/19) : Tim dari Lembaga Layanan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (LLDIKTI) kemaren melakukan kunjungan ke Universitas Hamzanwadi guna menyapa dan bertemu dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa PPA.
Wakil Rektor 1 bidang akademik, Dr. H. Khirjan Nahdi M.Hum, mengatakan agenda kunjungan ini dilakukan dikti sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap Universita Hamzanwadi dan terutama mahasiswa-mahasiswa yang memiliki prestasi yang membanggakan. "Alhamdulillah agenda kunjungan dari LLDKITI berjalan dengan baik. LLDIKTI hadir ke Universitas Hamzanwadi dalam rangka bertemu menyapa para mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi dan Beasiswa PPA," katanya.
Selanjutnya, seperti biasa Khirjan Nahdi berpesan kepada para mahasiswa untuk terus bersaing dan berkompetisi dalam segala bidang bidang prestasi, terutama dibidang studi masing-masing. Karena bagaimanapun juga, prestasi mahasiswa merupakan salah satu aspek yang tidak bisa dikesampingkan. Prestasi mahasiswa memiliki sumbangsih besar terhadap kemajuan sebuah kampus manapun.

Dalam kesempatan tersebut, hadir perwakilan tim dari LL Dikti, I Nyoman Sudarman. Ia berpesan kepada para mahasiswa untuk memaksimalkan prestasi dan kontribusi untuk Universitas tempat studi. "Mahasiswa haru menjaga kepercayaan negara. Dengan adanya diberikannya beasiswa, mahasiswa harus lebih giat lagi dalam belajar, maksimalkan prestasi dan kontribusi terhadap universitas" pesannya.
Sudarman juga menegaskan kepada mahasiswa untuk senantiasa aktif mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan penelitian, inovasi dan kreatifitas. "Program Kreativitas Mahasiswa juga, mahasiswa harus bisa aktif. Karena PKM merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan, baik dalam penelitian, inovasi maupun kreativitas mahasiswa" tegasnya.
Kedepan diharapkan para penerima beasiswa ini akan diatur utk diperbantukan sebagai teaching asisten, laboran di lab prodi dan univ, perpustakaan untuk kebutuhan perluasan pengalaman dan peran. (ram)

Categories
Uncategorized

PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI ADAKAN PKL DIRANGKAIKAN LOUNCHING DESA LABORATORIUM PROKLIM

Senin (09/12/19) : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Hamzanwadi mengadakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dirangkaikan dengan agenda Lounching Desa Laboratorium Program Kampung Iklim (Proklim).
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi, Dr. Armin Subhani, M.Pd, mengatakan PKL dan Launching Proklim ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masayarakat Program Studi Pendidikan Geografi.
Pemilihan Desa Pringga Jurang Utara Sebagai Desa Laboratorium Proklim didasari karena Desa Pringga Jurang Utara merupakan wilayah yang sangat strategis sebagai desa sasaran Proklim.

“Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK (Gas Rumah Kaca),” kata Armin.
Sebagai langkah awal, Prodi Pendidikan Geografi Hamzanwadi menerjunkan mahasiswa PKL untuk memetakan potensi desa, baik potensi alam maupun sosial ekonomi, tegasnya.

Selain itu, Armin Subhani menegaskan bahwa ProKlim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

Secara ekologis wilayah desa ini termasuk hulu DAS Kalipalung, dan sebagian wilayahnya termasuk dalam hutan primer. “Atas dasar tersebut, desa ini sangat urgen sebagai zone resapan dan konservasi hutan. Untuk itulah, desa ini terus berbenah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa berbasis konservasi”, tegasnya.

Abdul Halim, S.P selaku kepala desa menyampaiakan, beberapa hal yang sedang dilakukannya adalah membuat PERDES tentang perlindungan mata air dan setiap KK (Kepala Keluarga) diprogram menanam 1 pohon manggis, alpukat, dan durian. Hal itu dilakukan agar masyarakat sadar untuk melakukan tindakan pelestarian lingkungan yang berdampak pada tambahan penghasilan mereka.

“Dengan adanya pendampingan dari perguruan tinggi, program-program yang sudah berjalan dan yang akan dilaksanakan diharapkan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan, “ harapnya (ram)

Categories
Uncategorized

Peranan Lulusan Hamzanwadi Dalam Proses Modernisasi Peradaban Bangsa

SELONG (06/12/19): Pada tingkat lokal-nasional, kita identifikasi beberapa masalah yang kita hadapi: melemahnya daya dukung lingkungan (fisik-non fisik); terganggunya kohesivitas sosial; limbah plastik, efek negatif teknologi informasi, human traficing, pernikahan usia anak, stunting, ketimpangan daya beli masyarakat, lemahnya inovasi teknologi dalam industri kreatif masyarakat, melemahnya komitmen kebangsaan, pragmatism politik masyarakat pemilih, hadirnya isme-isme baru yang mengatasnamakan agama dan spiritualitas, peredaran-penggunaan narkotika dan zat aditif, dan lain-lain, dalam konteks makro menjadi persoalan bersama dan harus dielaborasi, selanjutnya dicarikan solusi. Dalam perspektif metodologis, persoalan-peroslan di atas adalah masalah, karena mucul sebagai ketimpangan antara harapan ideal dan kondisi nyata. Sebagai masalah dalam metodologi kritis, kehadirannya tidak berdiri sendiri, dan kita, sadar atau tidak, terlibat dalam proses terjadinya masalah tersebut. Kita bertanggung jawab untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Inilah bentuk dari masalah sebagai tantangan untuk maju dan terus berkreasi. Secara keilmuan, semua konteks masalah dimaksud terkait dengan disiplin ilmu yang kita kembangkan melalui Universitas Hamzanwadi. Instrumen pengetahuan, keterampilan, dan berbagai nilai sudah diformulasikan dan dikembangkan melalui kurikulum dan academic atmosphere pada masing-masing disiplin dan rumpun ilmu melalui dinamika proses akademik selama Saudara menempuh studi, sehingga saat ini Saudara adalah Insan Pengetahuan. Kami sangat yakin, sejak saat ini, bahkan sebelumnya, sudah memiliki pemikiran tentang relasi-relasi variabel global, pandangan tentang lapangan kerja dan angkatan kerja, teknologi, dan lainnya, sehingga sebagai Insan pengetahuan, Saudara siap memasuki laboratorium sosial di mana pun Saudara berada.

Semua persoalan yang saya sampaikan sebelumnya, akan terasa ringan dan tidak menjadi masalah jika diselesaikan secara kolaboratif. Pada tingkat hulu, sebagai bagian dari penyesuaian diri dengan tuntutan indikator system penjaminan  mutu internal-eksternal (SPMI-SPME), manajemen Universitas Hamzanwadi terus melakukan upaya-upaya upgrading seluruh standar nasional pengembangan pendidikan tinggi (SNPT) dan standar khusus keunggulan perguruan tinggi, sehingga kita tidak malu mengatakan, “Kita Mampu Berperan Dalam Proses Modernisasi Peradaban Bangsa” (ram)

Categories
Uncategorized

Sarjana Sebagai Insan Pengetahuan

Lulusan Hamzanwadi Harus Mampu Menjadi Laboratorium Sosial Bagi Masyarakat

SELONG (06/12/19) : Sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Nusa Tenggara Barat, Universitas Hamzanwadi terus mengkonstruksikan menjadi laboratorium berbagai disiplin keilmuan.
Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menjelaskan, sebelumnya kampus sebagai salah satu wadah pendidikan yang menjadi kancah dan laboratorium disiplin ilmu ditimba, ditempa, dan dikonstruksi. “Sekarang, saatnya saudara kembali ke masyarakat sebagai laboratorium sosial yang disimulasi dan diimajinasi ketika masih di kampus,” jelasnya.

Umi Rohmi menegaskan, bahwa setelah modal pengetahuan sebagai insan pengetahuan, modal utama berikutnya adalah perubahan cara berpikir, tentang status lulusan PT. “Lulus di perguruan tinggi tidak menjadi modal untuk mencari kerja, tapi instrumen untuk menciptakan peluang kerja baru. Sejatinya, insan pengetahuan adalah mereka-mereka yang memiliki kesadaran tentang diri dan lingkungannya,kesadaran melahirkan daya kritis, dan daya kritis melahirkan berbagai agenda produktif dalam mengakomodasi dinamika zaman yang dialaminya” tegasnya.

Dinamika global yang berpengaruh terhadap demografi dan geografi dengan seluruh konteksnya, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, memaksa kita untuk membangun konstruksi pikiran baru, bahwa relasi angkatan kerja dan dunia kerja di negara kita, di daerah kita berbeda dengan fenomena di belahan bumi lain.

Dengan berbagai alasan  domestik dan publik, peradaban lain dihadapkan pada kondisi kekurangan tenaga kerja, sedangkan kita berhadapan dengan konteks kekurangan lapangan kerja. “Secara teknis, mereka memerlukan inservice training ketika sudah memasuki dunia kerja, sedangkan kita memerlukan preservice training sebelum memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk preservice training tersebut adalah seluruh agenda akademik dan non akademik melalui institusi yang kita kenal dengan kampus” terangnya.

Ketika masuk dalam konteks laboratorium sosial, saudara berhadapan dengan dinamika keberagaman dan kompleksitas masyarakat yang bisa jadi sangat berbeda dengan konteks sosial yang disimulasikan dan diimajinasikan ketika berada di kampus. Sebagai insan pengetahuan, saudara hadir dengan instrumen komunikasi yang interaktif, daya analisis yang tajam, perencana yang efektif, problem solver yang diversifikatif, dan pengambil keputusan yang demokratis. Rangkaian peristiwa dalam peran tersebut sejatinya adalah bagian dari bentuk penciptaan lapangan kerja baru, karena suadara sudah melakukan transformasi ilmu pengetahuan dalam bentuk teknologi terapan yang nyata. Karenanya, sejak saat ini, bahkan sebelumnya, dan seterusnya, tekonologi tidak lagi diterjemahkan menjadi rangkaian kerja-kerja teknis dengan mesin-mesin yang canggih, tapi teknologi merupakan agenda-agenda teknis yang didasari pada ilmu dan pengetahuan (tecnos dan logos). (ram)

Categories
Uncategorized

Universitas Hamzanwadi Meluluskan 980 Wisudawan

Rektor : Sarjana Hamzanwadi Harus Mampu Sebagai Problem Solving
SELONG : Sabtu (06/12/19). Wisuda ke-4 tahun 2019, Universitas Hamzanwadi, meluluskan sebanyak 980 wisudawan/wisudawati untuk program Diploma dan Sarjana.

Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menyampaikan dengan bangga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan/ wisudawati. “Seluruh manajemen Universitas Hamzanwadi menyampaikan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang dilantik pada wisuda keempat tahun ini” ungkap Umi Rohmi.

Disampaikan selamat juga kepada para keluarga dan pendamping masing-masing, yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk dididik di Universitas Hamzanwadi.

Tidak ketinggalan disampaikan terimakasih kepada para pengajar dan tenaga administrasi yang telah bekerja keras dalam mengantarkan proses akademik dan non akademik hingga dicapainya gelar sarjana para lulusannya.

Dalam konteks global yang semakin terbuka dan kompleks. Permasalahan masyarakat pada semua bidang semakin bertambah dan rumit. Konteks ini, sarjana harus diterima sebagai kewajaran kondisi masyarakat yang bercita-cita menjadi lebih baik dan maju.
“Para sarjana harus berpikir berbeda dalam menyikapi kondisi yang berkembang. Masalah tidak menjadikan masing-masing mengeluh dan menyerah dengan keadaan” tegasnya.

Dilanjutnya, justru masalah menjadi keniscayaan konteks global menuju masyarakat maju. “Sarjana Universitas Hamzanwadi harus mampu hadir sebagai problem solving dari setiap masalah, dan bukan menjadi bagian dari masalah itu sendiri” harapnya. (ram)