ArabicEnglishIndonesian
Categories
Uncategorized

Selenggarakan TOEFL, Ponpes Ulil Albab Kerja Sama Universitas Hamzanwadi

Univeritas Hamzanwadi terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Kali ini kerja sama bersama Pondok Pesantren Ulil Albab Gegek Desa Perian Kecamatan Montong Gading Lombok Timur untuk meyelenggarakan Test of English as Foreign Language (TOEFL) institutional testing program (ITP).

TOEFL biasa diperlukan baik untuk tujuan akademik dan pekerjaan serta hal umum lainnya yang berhubungan dengan hal-hal berkenaan dengan pendidikan, misal untuk syarat masuk kuliah di dalam ataupun luar negeri yang dibiayai oleh negara atau umum misal melamar pekerjaan dengan hasil skor tertentu.

Kepala Pusat Bahasa Universitas Hamzanwadi, Hamzani Wathoni mengatakan, kerja sama ini dilakukan guna melakukan pendampingan terhadap siswa siswi MA Ulil Albab yang ingin melaksanakan TOEFL bagi mereka untuk mempesiapkan diri masuk kuliah dan ingin meraih beasiswa.

"Poin dari kerjasama kita ini yakni, pendampingan TOEFL, Test TOEFL ITP, dan Pendampingan Beasiswa kepada para alumi yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan studinya ke luar negeri lewat jalur beasiswa," papar Hamzani, Senin (23/11/2020) di Pancor Lombok Timur, NTB.

Selain itu, kerja sama ini dihajatkan untuk mempersiapkan lulusan MA yang akan melanjutkan studi ke luar negeri setelah selesai di Ulil Albab. "Maka kami dari Pusat Bahasa Universitas Hamzanwadi menyambut baik kerjasama ini sebagai upaya untuk menfasilitasi masyarakat di luar universitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyaraka," ungkapnya.

Ia menyebutkan, pendampingan tes TOEFL seperti ini merupakan hal penting karena kendala dari generasi saat ini untuk merebut peluang beasiswa yang ditawarkan oleh berbagai perguruan tinggi melalui pemerintah, banyak gagal pada persoalan itu.

"Jadi, program ini sangat perlu, mengingat banyaknya beasiswa yang tersedia, tapi tidak bisa diakses oleh anak-anak muda kita, hanya karena terkendala TOEFL," papar Dosen Bahasa Inggris itu.

Ia berharap pada madrasah atau sekolah lain untuk bisa membangun kerja sama dengan pihak universitas guna mempersiakan siswa-sisiwinya untuk bisa masuk di perguruan tinggi luar negeri.

"Kami berharap kerjasama ini bisa menjadi jambatan yang menghubungkan pihak kampus, sekolah, dan masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara," harapnya.

Selain itu, tujuan kerja sama ini juga sebagai upaya meningkatkan dan membina hubungan kelembagaan di antara para pihak dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan tugas serta fungsi masing-masing.

"Paling penting adalah upaya meningkatkan kesadaran para siswa dan siswi, khususnya di Pondok Pesantren Ulil Albab tentang betapa pentingnya pelatihan kebahasaan (TOEFL)," pungkasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab, TGH. Lalu Suparlan mengatakan, kerja sama yang dilakukan antara Ulil Albab dengan Universitas Hamzanwadi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa yang selama ini telah digembleng dengan bahasa Inggris.

Ia berharap untuk kerjasama pelatihan bahasa terutama TOEFL dapat memberikan kontribusi bagi Ulil Albab. Kepada siswa dan siswi, ia berpesan untuk berperan aktif dan berpartisipasi dan program ini diharapkan bisa mendatangkan kebaikan untuk generasi, terutama generasi muda nahdlatul wathan (NW) dan melanjutkan perjuangan maulana syaikh dan perjuangan untuk umat.

Categories
Uncategorized

Kembangkan Aplikasi SIMPUL, Universitas Hamzanwadi Kerja Sama Dinas Perdagangan

Tim Pusat Studi Ekonomi, Statistik dan Teknologi Informasi (PSESTI) Universitas Hamzanwadi bersama Tim Pengembang Aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Pemetaan Usaha Lokal (SIMPUL) menyerahkan CD yang bersisi aplikasi SIMPUL dan buku manual kepada Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Fathurrahman, M.Si.

Kepala PSESTI Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhamad Ali, M.Si mengatakan, aplikasi SIMPUL merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk memudahkan penyediaan data UMKM dan IKM berdasarkan kategori produk, komoditas, dan juga sebaran berdasarkan wilayah, luas lahan, total produksi sampai pada akses pasar.

“Pengembangan Aplikasi SIMPUL bertujuan untuk menjadi pangkalan data bagi seluruh UMKM, IKM di seluruh NTB, yang memberikan akurasi informasi dalam rangka mempermudah koordinasi antar OPD sehingga proses pengambilan keputusan baik yang dilakukan oleh kepala daerah atau Pimpinan OPD menjadi lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkap Ali, usai penyerahan aplikasi Simpul di Mataram, Kamis 19 Nopember 2020.

Selain itu, aplikasi SIMPUL merupakan aplikasi platform portal data yang dikembangkan sebagai bagian dari tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi digital. Apalagi selama masa pandemi covid-19 menuntut adanya digitalisasi sistem penyediaan data khususnya UMKM/IKM menjadi satu kebutuhan yang mendesak.

“Proses pengembangan Aplikasi SIMPUL merupakan hasil kerja sama yang dilakukan Dinas Perdagangan Provinsi NTB dengan Universitas Hamzanadi melalui PSESTI yang meliputi proses identifikasi dan analisis kebutuhan, proses pengembangan, sosialisasi dan pelatihan serta proses input data,” ulasnya.

Mengingat proses pengembangan baru sampai pada pengembangan aplikasi, maka untuk kegiatan sosialisasi, pelatihan dan proses input serta validasi data UMKM/IKM akan dilakukan pada tahun berikutnya yang dilakukan melalui kerjasama secara kelembagaan antara pemerintah provinsi melalui Dinas Perdagangan dan Universitas Hamzanwadi.

“Kegiatan itu akan melibatkan baik dosen dan mahasiswa yang bisa dijadikan sebagai salah satu skema pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), KKN Tematik atau bentuk kegiatan lain yang memungkinkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak,” jelas doktor jebolan Universitas Negeri Malang itu.

Kelebihan lain Aplikasi SIMPUL, bisa digunakan sebagai instrumen dalam penyelenggaraan Tri Darma Perguruan Tinggi yang bisa dilaksanakan secara kemitraan dengan pemerintah baik pemerintah provinsi, kabupaten dan pemerintah desa terutama berkaitan dengan proses pendataan dan pendampingan UMKM/IKM, dan BUMDES dengan sistem pilot pada beberapa desa dan dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, H. Fathurrahman mengatakan, sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan pelaku UMKM dan IKM Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan bekerjasama dengan PSESTI Universitas Hamzanwadi untuk pengembangan SIMPUL.

“Salah satu program prioritas pemerintah provinsi sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2019-2023 adalah program bela dan beli produk lokal, maka sebagai salah satu langkah kita untuk merealisasikan kebijakan tersebut, terus berupaya melakukan inovasi dan pengembangan perangkat yang dibutuhkan. Khususnya dalam penyediaan data secara cepat dan tepat yang bisa diakses secara online.”

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Dapat Program Pengawasan Siswa dari Mendikbud

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Hamzanwadi, Dr H Musifuddin menyebutkan, satu lagi program menarik yang diperoleh khususnya bagi mahasiswa yakni program pengawasan terhadap siswa-siswi baik pendidikan dasar maupun menengah di Lombok Timur, NTB yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Mahasiswa Universitas Hamzanwadi dipercaya menjadi pengawas para program Uji Coba Instrumen Akademik dan Non Akademik secara tatap muka untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK pada tanggal 17 s.d. 18 November 2020 di 11 Sekolah di Kabupaten Lombok Timur," papar Musifudin, Selasa (17/11/2020).

Disebutkan, kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar), Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Pusmenjar ini adalah lembaga yang bertanggung jawab dalam menyiapkan soal-soal ujian nasional.

"Proses uji coba yang dimaksud akan melakukan penilaian numerasi dan literasi pada instrumen akademik, dan penilaian karakter pada instrumen non-akademik," tegas Musifuddin yang juga dosen pascasarjana itu.

Kegiatan ini merupakan langkah awal menuju proses yang lebih baik di masa mendatang, karena ke depan, penggunaan teknologi ini tentu akan teris berlanjut dan tidak mingkin kembali dengan cara konvensional. Oleh sebab itu, proses awal ini sangat menetukan.

"Proses ini adalah sebagai bagian dari identifikasi kondisi di lapangan terkait rencana “Ujian Berbasis Komputer Daring” yang akan dilaksanakan di waktu yang akan datang. Seperti terihat pada dokumentasi, siswa yang ujicoba menjawab soal dengan menggunakan HP Android," ulasnya.

Menurut salah seorang tim Pusmenjar, pembelajaran online mau tidak mau akan terus berlanjut meski pandemi telah berakhir sehingga pelibatan mahasiwa LPTK dalam proses uji coba ini adalah salah satu langkah brilian sebagai bagian dari pengenalan metode tes akhir berbasis daring.

"Menyikapi kebijakan pemerintah terkait ujian berbasis komputer daring, mahasiswa kita juga perlu terus dibekali dengan kemampuan penguasaan yeknologi informasi agar siap menjadi guru/pendidik yang mampu berkompetisi dengan yang lain," ujarnya seraya mengucap, "alhamdulillah, kabar baiknya, banyak alumni kita tahun ini yang lulus CPNS di berbagai bidang keilmuan dan jenjang sekolah.

Categories
Uncategorized

Bertemu Kepala BMKG, Direktur PKH Universitas Hamzanwadi Bahas Kerja Sama

Di era revolusi industri 4.0 dan menuju society 5.0 dengan kemajuan teknologi membangkitkan semangat Universitas Hamzanwadi untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Kali ini, pihak Universitas Hamzanwadi melakukan komunikasi dengan Badan Meteorologi Klimatogi, dan Geofisik (BMKG) Wilayah I di Mataram untuk terus mengembangkan hubungan kerja sama.

Direktur Pusat Kerjasama dan Kehumasan (PKH) Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi mengatakan, petemuan dengan Kepala BMKG wilayah I ini untuk menguatkan hubungan antara BMKG dengan perguruan tinggi karena perguruan tinggi tidak hanya konsen pada pendidikan dan pembelajaran mahasiswa atau teori semata.

"Perguruan tinggi itu ada dikenal dengan istilah Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jadi masing-masing itu berjalan beriringan. Oleh karena itu, saat ini kami bersama 3 orang koodintor program studi (korprodi) membangun komunikasi untuk kerja sama dengan BMkG Wilayah I," ujar Halqi usai pertemuannya dengan pihak BMKG Mataram, Selasa (15/11/2020).

Tiga Korprodi yang ikut pertemuan itu, Dr. Armin Subhani, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Geografi, Agus Muliadi, M.Si dari Program Studi Teknik Lingkungan, dan Safiruddin, M.Pd dari Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Hamzanwadi.

"Dipilihnya tiga program studi itu karena relevan dengan program atau bidang dari BMKG yang mengurus situasi dan kondisi alam saat ini yang kerap dilanda bencana. Salah satu tugas BMKG itu memberikan layanan Informasi MKG terutama yang berkaitan dengan kebencanaan sesuai amanat UU no 31 tahun 2009. Sementara kalau prodi lainnya, kita telah menjalin kerja sama dengan institusi sesuai program studi," ungkap Halqi.

Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi mengatakan, kerja sama BMKG itu kemungkinan ruang lingkup di bidang penelitian dosen dan mahasiswa dalam bentuk kuliah tamu yang akan disesuaikan dengan mata kuliah yang relevan, dan Sekolah Lapangan Iklim (SLI).

SLI ini merupakan program edukasi masyarakat yang dilakukan BMKG dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perkembangan iklim dan istilah-istilah klimatologi yang masih asing. SLI merupakan salah satu bentuk dukungan BMKG pada sektor pertanian dengan tujuan meningkatkan wawasan petani tentang informasi iklim dan cuaca BMKG dan menggunakan informasi tersebut untuk kegiatan masyarakat dan pertanian.

Menurutnya, SLI ini memiliki daya tarik khusus untuk kepentingan pengabdian masyarakat mahasiswa dan dosen. SLI ini biasa dilakukan langsung oleh tim BMKG turun ke masyarakat, ke depan mahasiswa dan dosen yang memiliki kemampuan untuk ikut berperan aktif membelajarkan masyarakat terkait iklim. "Mungkin polanya nanti workshop SLI bagi mahasiswa dan dosen, selanjutnya turun ke masyarakat," tutupnya.

Categories
Uncategorized

Mahasiswa Universitas Hamzanwadi Raih Juara MTQ

Salah seorang mahasiswa Universitas Hamzanwadi, Bagus Yudha Pratama meraih juara 2 pada lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat mahsiswa se pulau Lombok yang setelah menyingkirkan lawan-lawannya dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat.

Acara lomba yang berlangsung selama dua hari yakni 12 November – 14 November 2020 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram itu berlangsung khidmat meski di tengah pandemi corona virus disease (covid-19) dengan tema "Membentuk generasi qur'ani yang unggul dan bersinergi dengan menggemakan syi'ar Islam melalui MTQ di era pandemi."

"Alhamdulillah salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Hamzanwadi atas nama Bagus Yudha Pratama mendapatkan juara 2 lomba tilawah putra dalam kegiatan musabaqah tilawatil qur'an (MTQ) yang di selenggarakan oleh UKMI al Iqtishad tingkat mahasiswa se-Pulau Lombok 2020," ungkap Direktur Kerja Sama dan Kehumasan Univetrsitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Halqi, Ahad (15/11/2020).

Meski meraih juara 2, lanjut Halqi, namun prestasi yang diraih cukup membanggakan karena di jaman sekarang ini sudah mulai jarang mahasiswa yang bisa dan mau belajar baca Qur'an dengan lantunan merdu (tilawatil Qur'an) atau yang dikenal dengan istilah "ngaser" dalam bahasa Sasak.

"Kita patut bangga, perwakilan Universitas Hamzanwadi mampu meraih prestasi membanggakan. Atas nama Universitas Hamzanwadi, kami ucapkan selamat kepada Bagus Yudha Pratama yang telah membawa nama baik kampus, khususnya program studi fisika," ungkap Halqi.

Ia berharap prestasi ini dapat mendorong mahasiswa termasuk generasi milenial untuk terus belajar dan berlatih agar bisa meraih prestasi meskipun saat ini proses pembelajaran di kampus secara tatap muka masih belum bisa dilaksanakan.

"Kita akan tetap mendorong mahasiswa Universitas Hamzanwadi untuk terus berkompetisi di semua jenis kegiatan baik akademik maupun non akademik," ujar Dosen Pascasarjana sekaligus Ketum Pimpus pemuda NW itu.

Categories
Uncategorized

Peringatan Hari Pahlawan, Inilah Senarai Perjuangan HAMZANWADI

Apel peringatan Hari Pahlawan 10 November 2020 yang berlangsung di Kompleks Pemakaman Makam Pahlawan Nasional TGKH M Zainuddin Abd Majid Pancor, Lombok Timur NTB berlangsung khidmat. Momentum itu, Dr. H. Khirjan Nahdi menyampaikan senarai perjuangan hidup sang pahlawan asal Gumi Lombok itu.

Ia menyebutkan, peradaban masyarakat Sasak secara khusus pada saat itu mulai abad ke-12, Sasak dikolonialisasi oleh kerajaan Majapahit dengan peradaban Hindu. Abad ke-16 dikolonisasi oleh Makassar yang datang dari timur.

“Awal abad ke-18 sampai awal abad ke-19 kembali dikolonisasi oleh kerajaan Hindu yang datang dari barat pulau tetangga dan dikolonialisasi oleh kolonial Belanda dan Jepang,” ungkapnya saat apel hari Pahlawan 2020.

Disebutkan, perjuangan Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid atau HAMZANWADI dalam membangun bangsa tidak lepas dari empat diskursip yang melengkapi perjuangannya. Pertama adalah kecerdasan, kedua tanpa pamrih, ketiga ketauladanan, dan keempat, kemanfaatan untuk pembangunan masa depan.

“Keempat diskursif tersebut dimulai sejak 1934 atau 11 tahun sebelum Indonesia merdeka beliau menginisiasi Pesantren Al Mujahidin sebagai cikal bakal dari Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Daarun Nahdlathain Pancor saat ini, dan Insya Allah hingga akhir zaman,” ucapnya.

Berikutnya, kata Khirjan, pada masa-masa tersebut masyarakat Sasak sebagai bagian dari negara kesatuan republik Indonesia sedang dikolonisasi oleh bangsa barat yakni Belanda dan Jepang yang sebelumnya dikolonialisasi kerajaan Karangasem Bali dengan penetrasi agama dan budaya, namun hal itu terus mendapatkan perlawanan dari masyarakat.

“Kesadaran kecerdasan beliau itu mulai muncul dengan instrumen pendidikan menjadi instrumen utama yang membutuhkan kemerdekaan. Itu artinya bahwa TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sejak sebelum kemerdekaan sudah berkiprah dan menyadari arti penting kemerdekaan melalui pendidikan,” imbuhnya.

Setelah Indonesia merdeka, dengan hadirnya tentara NICA (Nederlands Indie Civil Administration) yang dibonceng oleh Nederlands dan Australia yang ingin menjajah kembali bangsa ini. Saat itulah Pesantren Nahdatul Wathan menjadi benteng utama pertahanan tentu dengan spiritualitas melalui doa-doa karya-karya yang dilantunkan yang disiarkan ketika itu.

“Dan pada saat itu, salah seorang saudara kandung beliau TGH Muhammad Faisal menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut dan itulah cikal bakal dimulainya Taman Makam Pahlawan Rinjani,” ujar dosen ahli filsafat itu.

Peristiwa ini sebetulnya dapat disejajarkan dengan serangan umum 1 Maret 1948 di Yogyakarta yang inisiator intelektualnya adalah Sultan Hamengkubuwono IX, tetapi yang dipopulerkan adalah Mayor Jenderal Soeharto. Ini kesejajaran aras perjuangan.”

Tidak selesai sampai di situ, pada masa revolusi 1964-1965, TGKH M Zainuddin Abdul Madjid menjadikan Pesantren Darunnahdlatain Nahdlatul Wathan sebagai benteng pertahanan ideologi dari rongrongan ideologi komunis pada saat itu. “Ini perlu dicatat oleh kita semua,” ulasnya.

Pada fase orde baru, kata Khirjan, beliau memulai pembangunan dengan melakukan banyak hal melalui instrumen yang tersedia pendidikan, sosial, dakwah, dan pengembangan ekonomi. Maka, jangan salah, ketika ada analog yang menyebut bahwa Pancor berafiliasi kepada partai kuning.

“Waktu itu bukan semata-mata kepentingan instrumentasi politik bukan semata-mata karena kehausan nafsu politik, tetapi lebih kepada persoalan berterima kasih kepada Jenderal Soeharto penguasa Orde Baru karena Soeharto lah yang menjadi penggerak Gerakan 30 September 1965,” tegasnya.

Oleh karena itu, umat Islam khususnya harus berterima kasih kepada Soeharto sehingga beliau memilih untuk mendukung Golkar. Itulah sejarah politik. Kenapa pada saat itu kampanyenya kampanye Golkar,” ulasnya. Tidak selesai sampai di situ Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid tetap menginisiasi pembangunan di era Orde Baru.

“Masih ingat program Keluarga Berencana? Ketika banyak tokoh agama, alim ulama menolak, tetapi beliau mau menerima, bahkan menjadi motor penggerak Gerakan Keluarga Berencana di Nusa Tenggara Barat,” ulasnya.

TGKH. Zainuddin Abd Madjid juga turut mendukung program intensifikasi dan ekstensigikasi pertanian. “Beliau berada di garis depan untuk proses tersebut. Lalu ada imunisasi pada saat itu beberapa jenis, beliau juga menjadi garis depan di dalam inisiatif dan gerakan tersebut melalui Nahdatul Wathan,” sambungnya.

Empat diskusrsif yakni kecerdasan, keikhlasan, keteladanan, dan kemanfaatan yang dimiliki TGKH M Zaiuddin Abdul Madjid untuk pembangunan semoga terus dijaga, dipertahankan, dan dikembangkan oleh semua. “Selamat jalan pahlawanku. Selamat jalan pahlawan kita semua. Selamat jalan guru. Semoga Allah senantiasa memberikan tempat yang terbaik bagimu,” tutupnya.

Categories
Uncategorized

Universitas Hamzanwadi Dapatkan Hibah Program Merdeka Belajar

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi menggelar kegiatan Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan sosilaisasi pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di ruang rapat Rektorat Universitas Hamzanwadi.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FIP, Dekan FMIPA, Dekan FBSH dan Amid MDQH NW Pancor sebagai mitra dalam pelaksanaan kurikulum MBKM. Selian itu, kegiatan sosilasisasi dan penandatangan MoU tersebut hadir Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi, Dr. H. Khirjan Nahdi, M. Hum.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H Khirjan Nahdi menyampaikan, PGSD merupakan salah satu dari 23 proram studi di Universitas Hamzanwadi yang berhasil mendapatkan hibah bantuan MBKM dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2020.

"Tentu ini adalah prestasi yang diraih oleh Progrma studi PGSD yang kemudian bisa dicontoh dan memotivasi program studi lain Universitas Hamzanwadi,” ungkap H. Khirjan Nahdi dalam pidato sambutannya, Sabtu, 7 Oktober 2020.

Sementara Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Dr. Abdullah Muzakkar, M. Si menympaikan, penandatanganan dan sosilaisasi kurikulum ini sebagai langkah untuk mendukung implementasi program MBKM.

"MBKM ini dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dimana dalam penerapannya diharapkan dapat mendukung implementasi kurikulum MBKM di perguruan tinggi khususnya di Univesitas Hamzanwadi," ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, dosen PGSD dan perwakilan dari dosen mitra kurikulum MBKM dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan Covid-19.

Categories
Uncategorized

Dr. Khirjan Nahdi: Jadilah Pencipta Adab Masa Depan

Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Hamzanwadi mengelar silaturorhmi dalam rangka menjalin keakraban bersama sesama mahasiswa baru, Jumat (06/11/2020) di Selong dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Temu keakraban itu berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat di antaranya, Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik Dr. H Khirjan Nahdi, Warek III Dr. H. Musifuddin, Direktur Pascasarjana Dr. Padlurrahman dan para dosen lainnya.

Warek I Bidang Akademik, Dr. H. Khirjan Nahdi dalam sambutannya banyak memberikan motivasi terhadap mahasiswa baru untuk tetap semangat agar bisa menyelesaikan perkuliahan dengan baik dan sesuai harapan.

Mahasiswa juga diharapkan jangan sampai tidak menghargai proses lalu menginginkan sesuatu dengan cara yang instan seperti ingin cepat selesai, tapi tidak melalui proses yang telah ditentukan. Mahasiswa jangan hanya bisa baca teks tapi harus mampu membaca konteks atau makna dibaliknya.

"Tadi saya dengar, waktu untuk menyelesaikan kuliahnya 1 tahun 7 bulan, itu terlalu lama bagi saya. Pengalaman saya kuliah S-2 dulu, hanya 1 tahun 2 bulan selesai. Itupun saya dapat beasiswa," ujar doktor jebolan Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Ia menegaskan, saat ini dunia pendidikan memiliki tantangan yang semakin besar. Oleh karena itu semua pihak tentu akan banyak mengalami hambatan. "Tugas kita ke depan sangat berat, maka tantangan guru jauh lebih berat di masa mendatang. Tapi seberat apapun itu kalau kita mau belajar dan berproses saya yakin selesai," ujarnya.

Ia berharap jangan ada yang berpikir praktis karena semua generasi hari ini memiliki tanggugjawab untuk generasi masa depan. "Jangan ada yang berpikir dibuatkan karya tulis dan lainnya, kalau merasa tidak bisa, kita akan fasilitasi dengan cara membimbing atau melatih agar bisa membuat karya ilmiah dengan baik," harapnya.

Oleh karena itu ia sangat menekankan pentingnya proses dan mahasiswa harus bertanggungjawab demi masa depan pendidikan yang lebih baik. "Meski pembelajaran melalui daring, justru dengan daring ini menjadi bagian dari proses. Kerjakan tugas dengan baik, supaya kita menjadi pecipta adab masa depan yang baik," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjan, Dr. Padlurrahman menambahkan, untuk bisa menyelesaikan perkulihan tepat waktu pihaknya akan menyesuaikan kurikulum yang ada. "Kita akan buat penyesuaiannya, 2 semester teori dan 2 semester menyelesaikan karya tulis," ulasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk saling suport dan saling mengingatkan terhadap keberlangsungan kuliah. Jangan sampai ada yang putus di tengah jalan. Mengingat hambatan atau tantangan dalam proses penyelesaian studi banyak dipengaruhi berbagai faktor.

"Bisa karena faktor malas, fakto keungan, bahkan bisa jadi karena faktor nikah lagi dan lain sebagainya, jadi tetap saling suport dan kompak," ungkapnya seraya berharap semua yang baru masuk kuliah ini sama jumlahnya sampai tamat nanti