ArabicEnglishIndonesian
Categories
Berita

Ikhtiar Wujudkan Museum Mini Pahlawan Nasional, Tim Lakukan Koordinasi

Ikhtiar mewujudkan Museum Mini di Kompleks Makam Pahlawan Nasional TGKH. Muhammad Zainuudin Abdul Madjid terus dilakukan. Tim Museum Yayasan Pondok Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesntren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor terus melakukukan koordinisi dengan pihak Museum Negeri NTB.

Ketua Tim Museum Mini YPH PPD NW Pancor, Dr. H Badaruddin mengatakan, untuk mewujudkan museum mini itu, pihak Museum NTB telah menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan space bagi Pahlawan Nasional.

?Kalau Museum Mini ini terwujud, maka generasi muda kita saat ini tidak akan kesulitan untuk melacak bagaiamana perjuangan Pahlawan Nasional sekaligus guru kita,? ujar Badaruddin dalam rilisnya, Selasa (19/01/2021).

Generasi sekarang ini banyak yang tidak tahu perjuangan pahlawan, khususnya pahlawan atau pejuang yang mengorbankan jiwa raga untuk merebut kemerdekaan bangsa, khususnya para pejuang bangsa Sasak. Oleh karena itu, keberadaan museum mini di Pancor ini sangat penting.

Ia juga menegaskan, banyak pejuang yang ada di Lombok namun hampir tidak pernah diketahui banyak orang, termasuk teman seperjuangan Pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid yang berjuang saat merebut dan memperjuangkan kemerdekaan.

?Salah satunya saudara beliau, TGH Muhammad Faisal Abdul Madjid bersama rekan seperjuangannya yang lain. Dan itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Taman Makam Pahlawan yang ada di Selong yang saat itu meninggal karena ditembak oleh pasukan penjajah pada saat itu,? ujar Koordinator Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi itu.

Oleh sebab itu, ia berharap kepada semua pihak untuk mendukung terwujudnya museum mini tersebut, baik dukungan moril maupun material, karena keberadaan museum mini ini, selain menjadi referensi generasi muda masa depan, juga menjadi ikon sekaligus identitas Lombok Timur yang membanggakan.

?Poin pentingnya dalam konteks kepariwisataan, selain menjadi destinasi pariwisata, juga sebagai aset daerah yang bisa mendatangkan wisatawan untuk wisata religi. Semoga Museum Mini ini segera terwujud,? harapnya.

Categories
Berita

Bertemu STIP NTB, Universitas Hamzanwadi Bahas Kerja Sama

Pusat Kerja sama dan Humas (PKH) Universitas Hamzanwadi terus bergerak untuk membangun kerja sama dengan berbagai instasi pemerintah dan lembaga lain termasuk perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

“Hari ini, kita bertemu kembali dengan pihak Science Technology and Industrial Park (STIP) NTB guna membahas tindaklanjut perjanjian kerja sama (PKS) yang telah dirinitis sejak tahun lalu,” ujar Direktur PKH Universitas Hamzanwadi Dr. Muhammad Halqi, Kamis (14/01/2021).

Disebutkan, kerja sama dengan berbagai pihak ini dilakukan dalam rangka rangka ikhtiar membangun bangsa dan negara. Perguruan tinggi sebagai pencetak generasi cerdas dan berwawasan tidak hanya dalam konteka akademik tapi penelitian dan pengabdian.

“Tiga hal itulah yang dikenal dalam perguruan tingga dengan istilah tri darma perguruan tinggi. Jadi, Universitas Hamzanwadi dengan berbagai program studi terus membangun kerja sama sebagai bentuk pengabdian,” ulasnya.

Beberapa catatan hasil diskusi pembahasan PKS adalah objek dan ruang lingkup perjanjian kerja sama yang akan dilakukan antara pihak STIP dengan Universitas Hamzanwadi hari ini ada beberapa poin.

“Pertama, kerjasama dalam hal penyediaan akses dan fasilitasi kepada pelaku usaha sebagai tempat magang dan tempat praktek sekaligus sebagai narasumber dan mentor,” ujarnya.

Selanjutnya kata Halqi, kerjasama dalam rangka pengembangan keterampilan kewirausahaaan mahasiswa melalui penyelengggaraan mata kuliah yang berorientasi melahirkan perusahaan rintisan.

Selain itu, kerjasama dalam rangka pemanfaatan fasilitas serta sarana dan prasarana yang ada untuk kegiatan magang kerja dan usaha mahasiswa, khususnya fasilitas dan sarana prasarana yang ada pada STIP NTB.

“Terakhir, kita kerjasama dalam kegiatan lainnya yang disetujui dan saling menguntungkan di bidang pengembangan keterampilan kewirausahaan,” terang doktor managemen pendidikan itu.

Sementara dari pihak STIP kata dia, akan membagi wilayah kerjasama menjadi 3 zona yakni, zona barat, zona timur, dan zona Sumbawa untuk menangani berbagai kegiatan tersebut.

“Jadi, Universitas Hamzanwadi akan menangani zona timur sebagai pusat kegiatan dalam kerja sama dengan STIP ini. Kita berharap semua program ini sukses demi NTB Gemilang,” pungkasnya.

Categories
Kemahasiswaan

Mahasiswa Matematika Hamzanwadi Best Speaker Pada Forum GenRe Indonesia NTB

Sejumah prestasi diraih mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Kali ini prestasi diraih mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Sucita Annisa Belia Istiqomah yang kini masuk semester IV.

Mahasiswi cantik yang biasa disapa Ici ini pada tahun 2020 lalu memenangkan Kompetisi Genre Awards yang bertempat di BKKBN dalam Lomba Pusat Informasi Konsling Bercerita memperebutkan best speaker, dan berhasil meraih gelar “Best Speaker” yang diadakan Forum GenRe Indonesia NTB.

Semangat gadis cantik kelahiran Pancor 14 November 2000 itu terus dipupuk untuk mengasah kemampuannya hingga akhirnya tahun 2021 ini, ia kembali memenangkan lomba Business Idea Competition 2021 yang diadakan BEM Universitas Hamzanwadi yang diikuti seluruh mahasiswa se-NTB.

Brand produk yang diajukan saat mengikuti lomba ia beri nama ‘Mbak Cantik’ yang bergelut di bidang kuliner. Sementara produknya bernama Lumbastik yaitu makanan ringan berupa lumpia, kebab dan stik.

Disebutkan, motivasi terbesar mengikuti kompetisi tersebut adalah ingin menunjukkan bahwa mahasiswa juga bisa berbinis sambil kuliah sehingga begitu selesai dari kampus sudah siap bersaing di dunia kerja.

Bisnisnya ini sudah berjalan selama 6 dan kompetisi ini merupakan kesempatan untuk menguji kualitas produk dan sharing idea untuk strategi pemasaran dari dosen pembimbing maupun dari dewan juri.

Dia berharap kampus Universitas Hamzanwadi bisa membuat even setiap libur semester dengan melibatkan semua mahasiswa untuk belajar berbisnis dan berani terjun ke dunia wirausaha.

Menurutnya, keuntungan dari berbisnis bukan hanya tentang uang, namun juga bisa memiliki banyak pengalaman yang tak bisa dibeli dengan uang.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Matematika Dr Sri Supiyati mengapresiasi prestasi mahasiswanya. Ia tidak menyangka kalau bisa memenangkan lomba karena banya ide kreatif mahasiswa lainnya yang mengikuti lomba.

“Ke depan, kita akan melakukan identifikasi potensi mahasiswa untuk dilakukan pembinaan, tidak hanya dalam konteks bisnis tapi semua bidang untuk bisa bersaing di dunia kerja nanti setelah jadi sarjana,” ungkapnya.

Categories
Berita

Universitas Hamzanwadi Teken PKS dengan Museum NTB

Universitas Hamzanwadi meneken perjanjian kerja sama (PKS) dengan Museum Negeri NTB yang dirangkai dengan kuliah umum dengan narasumber Kepala Museum NTB.

Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi Dr H Musifuddin dalam sambutannya menyampaikan sekilas perjalanan Universitas Hamzanwadi yang sebelumnya bernama STKIP Hamzawadi Selong sebagai perguruan tinggi swasta dengan berbagai prestasi.

“Sekarang ini Universitas Hamzanwadi memiliki ribuan mahasiswa dan telah membuka berbagai jurusan baru yang siap menjadi perguruan tinggi yang berdaya saing global,” ulasnya saat membuka acara, Kamis (07/01/2021).

Kaitannya dengan museum di NTB, ia melihat banyak cagar budaya yang berada di NTB belum terdokumentasi dengan baik bila dibandingkan dengan luar daerah yang sudah memiliki pengelolaan dan dokumentasi yang bagus.

“Untuk itu perlu ada sinergi antara museum dengan perguruan tinggi sehingga cagar budaya yang berada di NTB bisa terdokumentasi dengan baik,” ucapnya.

Memang museum tidak hanya sebagai tempat benda-benda bersejarah akan tetapi sebagai tempat untuk mengingatkan generasi muda tentang perjuangan para pahlawan.

“Untuk itu perlu ada space atau ruang untuk pahlawan nasional yaitu Maulana Syeikh yang merupakan satu satunya pahlawan yang diakui oleh pemerintah dari NTB,” sarannya.

Ia juga menyebutkan, museum merupakan istrumen untuk meneropong masa lalu dan masa depan sehingga perlu kerja sama antara perguruan tinggi dengan museum sangat penting.

“Sinergi dan berkolaborasi bersama dalam pameran bersama menjadi satu agenda penting untuk memberikan informasi bagi publik,” papar doktor jebolan UNJ itu.

Oleh sebab itu kedepan ia melihat perlu ada museum inclusive di sekitar yayasan untuk bisa mengenang jasa dan perjuangan pahlawan nasional guna memberikan semangat perjuangan pada generasi sehingga anak muda sekarang tidak membangun persepsi yang keliru terhadap perjuangan pahlawan.

Sementara itu, Kepala Museum Negeri NTB Bunyamin, SS. MM menjelaskan fungsi dari museum sebagai pelestarian benda benda bersejarah yang ada.

Ia juga menegaskan, sejarah Lombok yang ada di dalam babad Lombok tidak bisa dijadikan sumber sejarah Lombok karena Babad Lombok bisa terdiri dari 8 versi cerita yang berbeda.

Dengan demikian, sejarah Lombok itu ada link yang hilang yaitu sumber yang valid. Namun demikian, Museum NTB menyimpan sekitar 1300 naskah kuno dan sebagian besar naskah tersebut membahas mengenai Islam, filsafat, dan nasihat.

Adapun kendala yang dihadapi adalah kekurangan tenaga yang dimiliki oleh museum untuk itu dengan kerjasama dengan perguruan tinggi bisa menambah khasanah koleksi museum dan sejarah Lombok

Diakui, space pahlawan nasional di museum sudah lama direncanakan. Oleh sebab itu ia berharap melalui kerjasama dengan Universitas Hamzanwadi bisa terealisasi.

Ia juga sepakat dengan museum inclusive di sekitar yayasan dan perlu melibatkan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) dan pihak museum memback up untuk membantu registrasi dan pengelolaan seperti museum di Bima yang merupakan museum inisiasi masyarakat.