July 18, 2026, 10:11 a.m.
Buka FGD Peneliti Penerima Hibah, Wakil Rektor III Hamzanwadi Tegaskan Komitmen Tri Dharma Perguruan Tinggi

Lombok Tengah – Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi Dr. Muhamad Ali, M.Si membuka Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan tim peneliti Universitas Hamzanwadi penerima Hibah Penelitian Fundamental Reguler Kemdiktisaintek 2026 di Kuta Lombok Tengah, Sabtu (18/7).

FGD tersebut merupakan bagian dari tahapan pengumpulan data penelitian berjudul "Desain Model Pendidikan Ekonomi Partisipatif Berbasis SDGs untuk Pemberdayaan UMKM Desa Lingkar KEK Mandalika dalam Kerangka Desa Berdaya."

Forum ini mengangkat dua tema yakni, Model Ekonomi Hijau Integratif untuk Transformasi Pariwisata Berkelanjutan Pascabencana: Studi Kasus KEK Mandalika, Lombok, dan Desain Model Pendidikan Ekonomi Partisipatif Berbasis SDGs untuk Pemberdayaan UMKM Desa Lingkar KEK Mandalika dalam Kerangka Desa Berdaya. 

Dr. Muhamad Ali menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para dosen Universitas Hamzanwadi memperoleh pendanaan kompetitif melalui skema Penelitian Fundamental Reguler Kemendikbudristek Tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kapasitas akademik dosen sekaligus memperkuat kontribusi universitas dalam menghasilkan riset yang berdampak bagi pembangunan.

"Keberhasilan dosen Universitas Hamzanwadi memperoleh hibah penelitian ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Yang lebih penting, penelitian ini harus menghasilkan rekomendasi dan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah atau masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan," ujarnya.

Ia menegaskan, riset merupakan salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, setiap penelitian yang memperoleh pendanaan nasional harus mampu menghasilkan luaran akademik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Universitas Hamzanwadi terus mendorong dosen untuk aktif menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, kampus harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi berbasis ilmu pengetahuan," katanya.

Menurut Ali, penelitian yang dilaksanakan para penerima hibah tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan di kawasan KEK Mandalika yang tengah bertransformasi sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. 

Setelah menghadapi gempa bumi tahun 2018 dan pandemi Covid-19, masyarakat di kawasan tersebut memerlukan model pembangunan yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan sosial budaya.

Melalui FGD tersebut, para peneliti menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bappeda Kabupaten Lombok Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pariwisata, ITDC Mandalika, pemerintah desa di kawasan lingkar KEK Mandalika, kelompok sadar wisata, BUMDes, pelaku UMKM, hingga akademisi.

Muhamad Ali berharap hasil penelitian para penerima hibah ini dapat memperkaya khazanah akademik, sekaligus menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan, khususnya dalam penguatan UMKM, pengembangan ekonomi hijau, dan transformasi pariwisata berkelanjutan di kawasan KEK Mandalika.

Bagikan: