March 23, 2026, 10:32 a.m.
Dosen Universitas Hamzanwadi Jadi Visiting Lecturer di Tiongkok, Perkenalkan BIPA dan Budaya Lombok

LOMBOK TIMUR – Universitas Hamzanwadi kembali memperluas jejaring akademik internasional melalui partisipasi salah satu dosennya dalam program Visiting Lecturer di Tiongkok. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia (ADOBSI) serta Fuzhou University of Law School, Tiongkok.

Berdasarkan surat undangan resmi dari Fuzhou University of Law School tertanggal 23 Maret 2026, sebanyak 10 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia diundang untuk memperkenalkan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada mahasiswa dan sivitas akademika di Tiongkok. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juli 2026.

Salah satu akademisi yang mendapat kesempatan tersebut adalah dosen Universitas Hamzanwadi, Dr. Baiq Rismarini Nursaly, M.Hum. Ia bergabung bersama dosen dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Keikutsertaan Dr. Baiq Rismarini dalam program internasional tersebut mendapat dukungan penuh dari pimpinan Universitas Hamzanwadi. Wakil Rektor IV Universitas Hamzanwadi, Dr. Padlurrahman, M.Pd., memberikan rekomendasi sekaligus mendorong agar kesempatan tersebut dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan rekognisi akademik dan memperkuat peran dosen sebagai narasumber internasional di perguruan tinggi luar negeri.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta visiting lecturer melaksanakan berbagai aktivitas akademik dan budaya. Salah satunya adalah mengajar Bahasa Indonesia di dalam kelas dengan mengangkat materi yang berorientasi pada kearifan lokal daerah asal masing-masing.

Dr. Baiq Rismarini memperkenalkan potensi pariwisata Pulau Lombok sebagai bahan pembelajaran BIPA. Melalui materi tersebut, mahasiswa di Tiongkok tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai kekayaan alam, budaya, dan destinasi wisata yang dimiliki Nusa Tenggara Barat.

Selain mengajar, peserta juga memperkenalkan institusi asal masing-masing kepada sivitas akademika Fuzhou University. Dalam kesempatan tersebut, Universitas Hamzanwadi memperkenalkan keberadaan Pusat BIPA yang dimiliki kampus tersebut sebagai salah satu pusat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa asing.

Pusat BIPA Universitas Hamzanwadi menawarkan berbagai pilihan program pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajar, baik untuk kepentingan akademik, penelitian, budaya, maupun komunikasi profesional.

Tidak hanya kegiatan akademik, program visiting lecturer juga menjadi ajang diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional. Para peserta memperkenalkan beragam kekayaan budaya Nusantara kepada mahasiswa dan dosen di Fuzhou University.

Khusus dari Lombok, Dr. Baiq Rismarini memperkenalkan salah satu produk kuliner khas daerah, yakni dodol rumput laut. Dalam sesi pengenalan budaya tersebut, ia menjelaskan proses pembuatan, bahan baku, serta nilai ekonomi produk lokal yang menjadi salah satu oleh-oleh khas Pulau Lombok.

Dodol rumput laut yang secara khusus dibawa dari Lombok kemudian dibagikan kepada mahasiswa dan dosen di Fuzhou University untuk dinikmati bersama. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari peserta yang tertarik mengenal lebih dekat kekayaan kuliner dan budaya Indonesia.

Melalui program ini, Universitas Hamzanwadi berharap dapat terus memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat promosi Bahasa Indonesia, budaya Nusantara, serta potensi daerah di kancah global. Keterlibatan dosen dalam forum akademik internasional juga diharapkan mampu meningkatkan rekognisi institusi dan membuka peluang kerja sama pendidikan yang lebih luas di masa mendatang.

Bagikan: