PEMBELAJARAN BERBASIS LAPANGAN: IMPLEMENTASI LIVING LAB DI DESA SAPIT
Kegiatan pembelajaran berbasis lapangan dilaksanakan di Kopi Sapit sebagai bagian dari inovasi metode pembelajaran pada mata kuliah Perintisan dan Pengembangan Usaha dan Manajemen Pemasaran. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Hamzanwadi.
Pembelajaran ini diampu oleh Muhamad Ali, dan Pahruddin, dengan menghadirkan praktisi langsung sebagai narasumber, yaitu Anton dan Agus. Kehadiran pelaku usaha ini memberikan perspektif empiris kepada mahasiswa terkait proses perintisan, pengelolaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi pendekatan pembelajaran dari yang sebelumnya berbasis kelas (classroom-based learning) menuju pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), dengan menjadikan desa sebagai living laboratory. Melalui pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan dan pemasaran secara teoritis, tetapi juga mampu mengamati secara langsung dinamika usaha, strategi pemasaran, pengelolaan rantai pasok, serta tantangan riil yang dihadapi oleh pelaku usaha di tingkat lokal.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melakukan dialog interaktif, eksplorasi ide bisnis, serta refleksi kritis terhadap peluang pengembangan usaha berbasis potensi desa. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia usaha serta pembangunan ekonomi berbasis komunitas.
Implementasi pembelajaran berbasis lapangan ini sejalan dengan komitmen Universitas Hamzanwadi dalam mengembangkan pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung konsep pengembangan desa sebagai pusat pembelajaran (living lab) yang terintegrasi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang usaha, menyusun strategi pengembangan bisnis, serta membangun jejaring kolaboratif dengan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.