Universitas Hamzanwadi dan Museum NTB Perkuat Sinergi Pendidikan dan Pelestarian Budaya
Mataram — Universitas Hamzanwadi memperluas jejaring kerja sama strategis dengan institusi kebudayaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Museum NTB (7/9). Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kebudayaan, dan pariwisata berbasis warisan budaya.
Kerja sama tersebut diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi sivitas akademika Universitas Hamzanwadi untuk terlibat dalam berbagai kegiatan edukasi, penelitian, pelestarian budaya, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan museum sebagai sumber pembelajaran dan pengembangan destinasi wisata budaya.
Dari Universitas Hamzanwadi, penandatanganan kerja sama diwakili oleh Prof. Fahrurrozi selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE), bersama Jamaluddin selaku Kepala Pusat Kerja Sama dan Kemitraan Internasional Universitas Hamzanwadi. Sementara itu, Museum NTB diwakili langsung oleh Dr. Ahmad Nuralam, S.H., M.H., selaku Kepala Museum NTB.
Kedua institusi menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi diarahkan untuk menghasilkan program-program konkret, terukur, dan berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat.
Ruang lingkup kolaborasi mencakup pembelajaran berbasis museum, penelitian dan dokumentasi sejarah serta budaya, pengembangan program pendidikan dan literasi budaya, kegiatan mahasiswa, hingga penguatan potensi pariwisata berbasis warisan budaya.
Prof. Fahrurrozi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Museum NTB menjadi bagian dari upaya Universitas Hamzanwadi memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan berbagai institusi strategis di tengah masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki peran dalam memastikan pengetahuan yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat.
“Kerja sama ini menjadi ruang bagi Universitas Hamzanwadi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Mahasiswa dapat belajar secara langsung dari sumber-sumber sejarah dan kebudayaan yang dimiliki Museum NTB,” ungkapnya.
Sementara itu, Jamaluddin menegaskan bahwa penandatanganan MoU dan MoA tersebut merupakan bagian dari strategi Universitas Hamzanwadi dalam memperluas kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah, institusi kebudayaan, dunia industri, serta mitra nasional dan internasional.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Yang lebih penting adalah bagaimana MoU dan MoA ini dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kedua institusi,” jelasnya.
Kepala Museum NTB, Dr. Ahmad Nuralam, S.H., M.H., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Universitas Hamzanwadi dapat memperkuat peran museum sebagai ruang edukasi, penelitian, dan pengembangan kebudayaan.
Menurutnya, museum memiliki kekayaan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan lebih luas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Pemanfaatan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik maupun program inovatif yang melibatkan mahasiswa dan sivitas akademika.
“Kerja sama dengan perguruan tinggi sangat penting untuk menjadikan museum semakin dekat dengan generasi muda. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar, penelitian, kreativitas, dan pengembangan kebudayaan,” ujarnya.
Kolaborasi Universitas Hamzanwadi dan Museum NTB mempertemukan kekuatan dan sumber daya yang saling melengkapi. Universitas Hamzanwadi memiliki sumber daya akademik, mahasiswa, dosen, serta kapasitas penelitian, sementara Museum NTB memiliki kekayaan koleksi, pengetahuan sejarah, dan warisan budaya yang dapat menjadi sumber pembelajaran bernilai bagi sivitas akademika.
Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kebudayaan, serta pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya.
Penandatanganan MoU dan MoA ini sekaligus menjadi titik awal bagi kedua institusi untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Melalui kerja sama tersebut, Universitas Hamzanwadi dan Museum NTB berkomitmen menghadirkan ruang kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan kekayaan budaya daerah.
Dengan sinergi tersebut, kedua institusi optimistis dapat memberikan kontribusi lebih luas terhadap penguatan pendidikan, pelestarian kebudayaan, pengembangan pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.