July 24, 2026, 4:22 p.m.
Komisi Nasional Disabilitas RI Apresiasi Z Coffee Hening, Dinilai Jadi Model Pemberdayaan Disabilitas

Pancor – Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia memberikan apresiasi terhadap komitmen Universitas Hamzanwadi dalam membangun pemberdayaan penyandang disabilitas melalui Z Coffee Hening, sebuah coffee shop inklusif yang dikelola dengan melibatkan penyandang disabilitas. Apresiasi tersebut disampaikan oleh Komisioner KND RI, Eka Prastama Widianta, saat mengunjungi Z Coffee Hening di Kampus Universitas Hamzanwadi, Jumat (24/7/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Hamzanwadi. Dalam kesempatan itu, Eka Prastama Widianta melihat secara langsung konsep pengelolaan Z Coffee Hening yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, bekerja, dan mengembangkan potensi diri secara mandiri.

Menurut Eka, kehadiran Z Coffee Hening merupakan salah satu bentuk nyata implementasi pendidikan dan pemberdayaan yang inklusif. Ia menilai Universitas Hamzanwadi telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas melalui dukungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD).

"Program seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan peluang bagi teman-teman disabilitas untuk berkembang dan mandiri. Gerakan yang dilakukan Universitas Hamzanwadi melalui PLD patut menjadi inspirasi dan dicontoh oleh kampus-kampus lain di Indonesia," ungkapnya.

Selain mengunjungi Z Coffee Hening, Komisioner KND RI juga menghadiri pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Inklusi bagi Guru SD dan SMP yang diselenggarakan di Montong Gading, Lombok Timur. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi pendidikan inklusif melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.

Kunjungan ini semakin mempertegas komitmen Universitas Hamzanwadi sebagai kampus inklusif yang tidak hanya menyediakan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, tetapi juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak nyata dalam mendukung kemandirian, kesetaraan, dan kesejahteraan mereka di tengah masyarakat.

Bagikan: