Borong 77 Medali, Universitas Hamzanwadi Kokoh sebagai Kampus Peraih Medali Terbanyak pada PORPROV NTB 2026
Lombok Timur — Universitas Hamzanwadi kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Nusa Tenggara Barat 2026. Melalui para atlet mahasiswa yang memperkuat berbagai kontingen kabupaten dan kota, Universitas Hamzanwadi berhasil mengukuhkan diri sebagai perguruan tinggi dengan perolehan medali terbanyak di antara seluruh perguruan tinggi peserta PORPROV NTB 2026.
Berdasarkan rekapitulasi Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, para mahasiswa berhasil mengumpulkan 77 medali yang terdiri atas 16 medali emas, 26 medali perak, dan 35 medali perunggu. Raihan tersebut menjadi yang tertinggi di tingkat perguruan tinggi pada PORPROV NTB 2026 sekaligus menegaskan kontribusi Universitas Hamzanwadi sebagai salah satu pilar pembinaan atlet mahasiswa di Nusa Tenggara Barat.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan tinggi di NTB. Di tengah persaingan yang melibatkan ribuan atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota, mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu menunjukkan kualitas, mental bertanding, serta konsistensi hingga mengantarkan kampus ini menjadi penyumbang medali terbanyak di level perguruan tinggi.
PORPROV NTB merupakan agenda olahraga resmi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjadi barometer pembinaan olahraga prestasi di daerah. Ajang ini juga menjadi bagian dari proses seleksi dan pematangan atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Nusa Tenggara Barat menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 2028.
Dominasi Universitas Hamzanwadi terlihat dari keberhasilan mahasiswanya meraih medali pada 23 cabang olahraga, yakni Gulat, Sepak Takraw, Kickboxing, Catur, Tinju, Wushu, Pencak Silat, Taekwondo, Atletik, Skateboard, Hapkido, Kempo, Tarung Derajat, Kurash, Panjat Tebing, Bola Basket, Karate, Balap Sepeda, Hockey, Kabaddi, Petanque, Muaythai, dan Panahan.
Cabang Sepak Takraw menjadi penyumbang medali terbanyak dengan raihan 6 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu. Prestasi tersebut diperkuat oleh cabang Petanque yang menyumbangkan 2 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu, Atletik dengan 2 medali emas dan 2 medali perunggu, Panahan dengan 2 medali emas, serta Balap Sepeda, Wushu, Kickboxing, dan Catur yang masing-masing turut mempersembahkan medali emas. Sementara cabang olahraga lainnya memberikan kontribusi signifikan hingga mengantarkan Universitas Hamzanwadi menjadi kampus dengan perolehan medali terbanyak pada PORPROV NTB 2026.
Di balik puluhan medali tersebut terdapat proses pembinaan yang panjang. Para atlet harus mampu menyeimbangkan jadwal latihan dengan aktivitas perkuliahan, menjalani pemusatan latihan, serta menjaga performa sepanjang kompetisi. Keberhasilan itu menjadi cerminan sinergi antara mahasiswa, pelatih, dosen pembimbing, serta dukungan penuh dari universitas dalam membangun budaya prestasi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Hamzanwadi, Dr. Muhammad Ali, M.Si, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari komitmen bersama dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang berorientasi pada prestasi.
"Capaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika Universitas Hamzanwadi. Menjadi perguruan tinggi dengan perolehan medali terbanyak pada PORPROV NTB 2026 bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi bukti bahwa pembinaan mahasiswa yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kami mengapresiasi kerja keras para mahasiswa, pelatih, dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang telah mengharumkan nama universitas."
Menurutnya, universitas akan terus memperkuat pembinaan olahraga melalui peningkatan kualitas pendampingan, penyediaan fasilitas latihan, serta kolaborasi dengan KONI, pemerintah daerah, dan berbagai induk organisasi cabang olahraga.
"PORPROV merupakan salah satu tahapan penting menuju PON 2028. Kami berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Hamzanwadi yang dipercaya memperkuat kontingen Nusa Tenggara Barat. Kampus akan terus memberikan dukungan agar para atlet mampu berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional bahkan internasional."
Kepala Unit Prestasi Mahasiswa Universitas Hamzanwadi, M. Marzuki, M.Pd, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa budaya prestasi yang dibangun kampus mulai memberikan hasil yang nyata.
"Setiap medali memiliki cerita perjuangan. Ada latihan yang tidak mengenal lelah, disiplin yang harus dijaga, serta semangat pantang menyerah dari para mahasiswa. Prestasi ini bukan hadir secara kebetulan, melainkan buah dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Hamzanwadi untuk terus berprestasi, baik di bidang olahraga, seni, riset, inovasi, maupun kewirausahaan."
Marzuki menambahkan bahwa universitas akan terus memperkuat sistem pembinaan melalui pemetaan bakat mahasiswa sejak awal kuliah, penguatan klub-klub olahraga, peningkatan kompetensi pelatih, serta memperluas partisipasi mahasiswa pada berbagai kejuaraan tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Perolehan 77 medali pada PORPROV NTB 2026 menjadi salah satu capaian terbaik Universitas Hamzanwadi dalam ajang olahraga tingkat provinsi. Lebih dari sekadar statistik, prestasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus mampu berprestasi di arena olahraga.
Di tengah persiapan Nusa Tenggara Barat menuju PON XXI Tahun 2028, keberhasilan mahasiswa Universitas Hamzanwadi menjadi optimisme baru bagi pembinaan olahraga daerah. Kampus ini tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai salah satu kawah candradimuka yang melahirkan atlet-atlet muda berprestasi untuk mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat dan Indonesia.